Seni dan Budaya

Selamatan Dusun Badut Hidupkan Tradisi Leluhur dan Dongkrak UMKM, DPRD Kota Malang Dorong Dukungan Pemerintah

13
×

Selamatan Dusun Badut Hidupkan Tradisi Leluhur dan Dongkrak UMKM, DPRD Kota Malang Dorong Dukungan Pemerintah

Share this article
Selamatan Dusun Badut Hidupkan Tradisi Leluhur dan Dongkrak UMKM, DPRD Kota Malang Dorong Dukungan Pemerintah
Anggota DPRD Kota Malang, Abu Bakar berfoto bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, panitia, dan warga usai menghadiri rangkaian Selamatan Bersih Dusun Badut di RW 05, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (5/7/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Tradisi Selamatan Dusun Badut di RW 05 Karangbesuki, Kota Malang, kembali membuktikan bahwa kearifan lokal tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan dampak positif dari ramainya kunjungan masyarakat.

Ketua Panitia, Abah Mahmud, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong dan kekompakan warga. Tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini menjadi wujud syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat Dusun Badut dan Karangbesuki senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan.

“Selamatan dusun ini lahir dari kebersamaan masyarakat. Tanpa gotong royong dan kerukunan warga, kegiatan sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Harapan kami, seluruh masyarakat selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan tradisi yang diwariskan para leluhur tetap lestari,” ujar Mahmud saat memberikan sambutan, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin (3–6 Juli 2026). Pembukaan diawali dengan kegiatan Kampung Opor yang dibuka Ketua TP PKK Kota Malang, Dian Kuntari. Selanjutnya digelar bazar UMKM, pertunjukan seni tradisional, festival terbangan, musik keroncong, kirab tumpeng yang diikuti seluruh RT di RW 05, pentas campursari, hingga pengajian umum sebagai penutup acara.

Mahmud mengungkapkan, sekitar 60 pelaku UMKM ikut ambil bagian dengan membuka stan di sepanjang lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat sebagian besar pedagang berhasil menghabiskan dagangannya sebelum acara berakhir.

“Alhamdulillah, dua hari pelaksanaan seluruh pedagang mengaku penjualannya sangat baik, bahkan banyak yang dagangannya habis sebelum acara selesai. Ini membuktikan bahwa kegiatan budaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pelestarian budaya harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Karena itu, panitia sengaja menghadirkan berbagai kesenian tradisional sebagai media edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat.

“Kami ingin anak-anak muda mengenal budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai kesenian dan tradisi yang diwariskan leluhur hilang karena tergeser budaya modern. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Selamatan Dusun Badut yang dinilai berhasil memadukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

Menurutnya, kegiatan berbasis budaya seperti ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.

“Saya datang ingin melihat langsung bagaimana perkembangan UMKM di sini. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi dan itu menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka. Kegiatan seperti ini harus terus didorong karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Abu Bakar menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, setiap kegiatan budaya maupun festival kampung harus selalu melibatkan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai sebuah kegiatan hanya ramai pengunjung tetapi tidak memberikan dampak bagi warga sekitar. Yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana pedagang kecil, pelaku usaha rumahan, dan UMKM memperoleh tambahan penghasilan. Ketika UMKM bergerak, roda ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang untuk terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, promosi, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pemasaran agar mereka mampu naik kelas dan bersaing.

Selain itu, Abu Bakar menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang harus terus diperkuat dalam pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan.

“Kota Malang dan Kabupaten Malang adalah satu kesatuan yang saling mendukung. Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM akan berkembang lebih cepat apabila dibangun melalui kolaborasi yang kuat. Jangan berjalan sendiri-sendiri, karena manfaatnya akan jauh lebih besar jika dikerjakan bersama,” katanya.

Di akhir keterangannya, Abu Bakar mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

“Budaya adalah identitas masyarakat Malang. Tradisi seperti Selamatan Dusun Badut harus terus dijaga karena selain memperkuat kebersamaan warga, juga terbukti mampu menggerakkan perekonomian melalui UMKM. Jangan pernah melupakan leluhur, sebab dari sanalah jati diri masyarakat Malang berasal,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *