DaerahSeni dan Budaya

Ketua DPRD Kota Malang: Bersih Desa Polowijen Buktikan Budaya dan UMKM Mampu Bergerak Bersama

3
×

Ketua DPRD Kota Malang: Bersih Desa Polowijen Buktikan Budaya dan UMKM Mampu Bergerak Bersama

Share this article
Ketua DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Sirraduhita menyapa dan berdialog dengan warga saat menghadiri puncak perayaan Bersih Desa Kelurahan Polowijen 2026, Sabtu (4/7/2026) malam. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Puncak perayaan Bersih Desa Polowijen 2026 di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Sabtu (4/7/2026) malam berlangsung semarak. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi acara sejak sore hingga malam untuk mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang ditutup dengan penampilan pelawak kondang Jawa Timur, Percil, yang sukses menghibur masyarakat.

Kemeriahan tersebut turut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Siraduhita, Camat Blimbing, Lurah Polowijen beserta jajaran, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Siraduhita mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar mengikuti puncak Bersih Desa. Menurutnya, suasana penuh kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

“Syukur Alhamdulillah hari ini luar biasa, ramai sekali. Saya senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak-Ibu semua. Yang saya lihat hari ini benar-benar menunjukkan keguyuban warga Polowijen,” ujar Amitya.

Ia mengungkapkan, saat mendampingi Wali Kota Malang berkeliling lokasi kegiatan, banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto bersama. Di sisi lain, ramainya pengunjung juga membawa berkah bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

“Tadi saat mendampingi Pak Wali berkeliling, kami melihat beberapa UMKM dagangannya habis terjual. Alhamdulillah, di tengah kondisi ekonomi saat ini, UMKM masih mampu bertahan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Tepuk tangan untuk para pelaku UMKM,” katanya.

Amitya menilai, Bersih Desa Polowijen membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya memiliki nilai sejarah dan sosial, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, sekaligus menghidupkan perputaran ekonomi lokal melalui kehadiran ratusan hingga ribuan pengunjung.

Selain itu, ia mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat Polowijen yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh budaya, karang taruna, PKK hingga pelaku UMKM.

“Menurut saya kegiatan hari ini sangat megah. Sarat dengan semangat gotong royong, melibatkan banyak lapisan masyarakat, dan penuh dengan nilai budaya yang harus terus kita jaga bersama,” tuturnya.

Amitya berharap tradisi Bersih Desa terus dipertahankan sebagai warisan budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus menjaga kerukunan antarwarga.

“Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjaga keguyuban, gotong royong, dan mempererat silaturahmi. Saya berharap tradisi seperti ini terus dilaksanakan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan menghadapi kehidupan dengan semangat positif. Menurutnya, kebersamaan yang tercipta dalam perayaan Bersih Desa menjadi modal penting untuk membangun Kota Malang yang semakin harmonis.

“Saya berharap ini bukan menjadi pertemuan pertama dan terakhir. Semoga silaturahmi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat Polowijen terus terjalin dengan baik. Dengan semangat kebersamaan seperti malam ini, saya yakin kita akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.

Usai rangkaian sambutan dan prosesi budaya, kemeriahan malam puncak Bersih Desa Polowijen ditutup dengan penampilan pelawak kondang Percil. Kehadiran komedian asal Jawa Timur tersebut disambut antusias ribuan warga yang memadati area acara. Gelak tawa dan suasana penuh keakraban mewarnai penutupan Bersih Desa 2026, sekaligus menjadi simbol bahwa tradisi, hiburan rakyat, dan kebersamaan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *