DaerahOlahraga

KONI Kabupaten Malang Ajukan Tambahan Anggaran Rp10 Miliar, Target Naik ke Peringkat Dua Porprov Jatim 2027

6
×

KONI Kabupaten Malang Ajukan Tambahan Anggaran Rp10 Miliar, Target Naik ke Peringkat Dua Porprov Jatim 2027

Share this article
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham A. Mubarrok, saat mengikuti rapat koordinasi membahas pembinaan atlet, digitalisasi tata kelola organisasi, serta usulan penambahan anggaran menuju Porprov Jawa Timur 2027. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang mulai memasang target tinggi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Tak hanya membidik lonjakan prestasi hingga finis di posisi runner-up, KONI juga mengusulkan penambahan anggaran hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga mencapai Rp10 miliar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.

Langkah tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pembinaan atlet tidak sekadar berjalan, tetapi mampu menghasilkan prestasi yang sebanding dengan potensi olahraga Kabupaten Malang yang memiliki puluhan cabang olahraga (cabor) dan ribuan atlet binaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham A. Mubarrok, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Sabtu (4/7).

Menurut Zulham, besaran anggaran hibah yang diterima KONI Kabupaten Malang saat ini, yakni sekitar Rp1,5 miliar, sudah tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atlet, pelaksanaan program kerja, hingga persiapan menghadapi Porprov Jatim 2027.

“Anggaran yang ada saat ini masih sekitar Rp1,5 miliar. Dengan jumlah cabang olahraga yang begitu banyak, tentu masih jauh dari kebutuhan ideal. Karena itu pada PAK APBD nanti kami akan mengusulkan penambahan anggaran. Harapannya bisa mencapai sekitar Rp10 miliar agar pembinaan atlet bisa dilakukan secara maksimal,” tegas Zulham.

Ia menegaskan, usulan kenaikan anggaran bukan semata-mata untuk menambah belanja organisasi, melainkan sebagai investasi prestasi olahraga daerah. Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi atlet yang besar, namun membutuhkan dukungan pembinaan yang berkelanjutan dan didukung pendanaan yang memadai.

Target besar tersebut juga didasarkan pada hasil evaluasi Porprov Jatim 2025, di mana Kabupaten Malang berhasil menempati peringkat keempat. Dengan pembinaan yang lebih terstruktur, KONI optimistis mampu memperbaiki posisi menjadi peringkat kedua pada Porprov Jatim 2027.

Selain soal anggaran, KONI Kabupaten Malang juga mulai melakukan pembenahan tata kelola organisasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem administrasi berbasis digital di seluruh cabang olahraga.

“Seluruh administrasi mulai kami benahi. Persuratan dilakukan secara elektronik, begitu juga sistem pelaporan keuangan dan administrasi. Kami juga memberikan transfer knowledge kepada seluruh cabor agar tata kelola organisasi semakin profesional dan akuntabel,” jelas Zulham.

Menurutnya, digitalisasi administrasi akan mempercepat proses pelayanan organisasi, mempermudah pengawasan penggunaan anggaran, sekaligus meningkatkan transparansi dalam setiap program pembinaan atlet.

Zulham juga mengungkapkan bahwa Porprov Jatim 2027 akan berlangsung di luar wilayah Malang Raya. Kondisi tersebut membuat kebutuhan anggaran dipastikan meningkat, terutama untuk biaya transportasi, penginapan, konsumsi atlet, hingga kebutuhan pendukung selama pertandingan berlangsung.

Karena itu, KONI telah menyiapkan skema agar penyediaan akomodasi atlet dilakukan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan yang berlaku sehingga seluruh penggunaan anggaran tetap transparan dan akuntabel.

“Kami ingin seluruh proses berjalan sesuai aturan. Mulai pembinaan atlet, administrasi organisasi hingga penggunaan anggaran harus semakin profesional,” ujarnya.

Meski demikian, usulan tambahan anggaran tersebut masih akan dibahas bersama Pemkab Malang dan DPRD Kabupaten Malang dalam pembahasan PAK APBD. Besaran anggaran yang nantinya disetujui akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan lainnya.

Bagi KONI Kabupaten Malang, dukungan anggaran yang lebih besar diyakini menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat pembinaan atlet sejak dini, meningkatkan kualitas pemusatan latihan, hingga menjaga peluang meraih prestasi lebih tinggi pada Porprov Jatim 2027. Target runner-up pun kini menjadi tantangan besar yang ingin diwujudkan melalui pembenahan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan, dan sinergi bersama pemerintah daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *