Peristiwa

Pesan Pilu untuk Anak Ditemukan di Lokasi Perempuan Tewas Tertabrak KA di Sumberpucung

3
×

Pesan Pilu untuk Anak Ditemukan di Lokasi Perempuan Tewas Tertabrak KA di Sumberpucung

Share this article
Pesan Pilu untuk Anak Ditemukan di Lokasi Perempuan Tewas Tertabrak KA di Sumberpucung
Petugas saat melakukan olah TKP dan salah satu carik kertas berisi pesan yang ditemukan di sekitar lokasi perempuan yang tewas tertemper KA Dhoho di wilayah Sumberpucung, Kabupaten Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Dua carik kertas berisi tulisan panjang yang diduga merupakan pesan perpisahan ditemukan petugas di sekitar tubuh perempuan berinisial RAF (40), yang meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Dhoho di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (5/11/2026).

Temuan tersebut menjadi salah satu fakta yang menyita perhatian dalam penanganan peristiwa tragis di jalur kereta api kilometer 76, kawasan Jalan Kuncoro, Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung.

Kedua tulisan itu berisi pesan kepada anak-anak korban, mantan suami, keluarga, guru, hingga tetangga. Isinya antara lain permintaan maaf, ungkapan kekecewaan, ucapan terima kasih kepada orang-orang yang pernah membantu, serta harapan agar anak-anaknya tetap melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam tulisan pertama, korban mengawali pesannya dengan kalimat, “Buat anak yang kusayangi.”

Ia kemudian menuliskan permintaan maaf karena merasa tidak bisa menemani anak-anaknya hingga dewasa dan berumah tangga.

“Nak, Bunda minta maaf gak bisa menemani sampai kelak kamu dewasa sampai berumah tangga,” demikian penggalan tulisan tersebut.

Korban juga menuliskan ungkapan bahwa dirinya sudah tidak kuat menjalani kehidupan yang dianggap penuh persoalan. Dalam pesan itu, ia meminta anak-anaknya menjaga diri, belajar dengan baik, dan membangun kemandirian demi masa depan.

Ia juga menyampaikan harapan agar anak-anaknya kelak menjadi orang sukses, meskipun mengaku tidak bisa meninggalkan harta benda sebagai bekal kehidupan mereka.

Tak hanya kepada anak-anak, tulisan tersebut juga memuat pesan kepada mantan suami. Korban mengungkapkan kekecewaan atas luka yang menurutnya pernah dialami sepanjang kehidupan rumah tangga mereka.

Selain itu, terdapat permintaan maaf kepada tetangga apabila selama ini ada perkataan atau perbuatannya yang menyinggung perasaan. Korban juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang pernah menolongnya ketika mengalami kesulitan.

Bagian lainnya ditujukan kepada pihak sekolah. Dalam tulisan tersebut, korban menitipkan harapan agar anak-anaknya tetap memperoleh kesempatan untuk bersekolah.

Sementara itu, pada carik kertas kedua terdapat tulisan yang ditujukan kepada anak-anaknya.

“Nak, jika di rumah minyak beras di situ lah perjuangan Bunda sudah selesai. Sekali lagi maafkan Bunda. Semoga kelak kamu sukses nak,” demikian isi tulisan tersebut.

Dalam surat kedua itu, korban juga menyampaikan permintaan agar apabila meninggal dunia, dirinya dimakamkan di wilayah Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.

Tulisan tersebut kemudian ditutup dengan pesan agar anak-anaknya menjaga diri.

“Jaga diri baik-baik nak. Bunda sayang kalian,” demikian kalimat penutup yang tertulis.

Peristiwa meninggalnya RAF terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan Kapolsek Sumberpucung, Iptu Choirul Mustofa, korban sebelumnya mengendarai sepeda motor dari arah timur menuju barat.

Setibanya di lokasi kejadian, korban menghentikan kendaraannya dan memarkirkannya di tepi rel kereta api.

Pada saat bersamaan, KA Dhoho melaju dari arah barat menuju timur. Korban kemudian berlari ke arah kereta yang sedang melintas hingga tertabrak.

“Korban tiba-tiba berlari ke arah kereta api yang sedang melintas,” jelas Choirul.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi. Kondisi tubuh korban mengalami luka berat akibat tertabrak kereta api.

Petugas Polsek Sumberpucung bersama unsur terkait kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengevakuasi korban.

Informasi kejadian diterima sekitar pukul 11.10 WIB dan dikoordinasikan dengan Public Safety Center (PSC) Kabupaten Malang serta komunitas relawan ambulans.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, M Yunus, membenarkan adanya laporan kecelakaan yang melibatkan kereta api tersebut.

“Laporan informasi yang masuk terkait kecelakaan kereta api tersebut kemudian kami koordinasikan dengan PSC Kabupaten Malang dan komunitas relawan ambulans,” tuturnya.

Korban diketahui merupakan perempuan kelahiran 1985 yang berdomisili di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Sementara berdasarkan identitas kependudukan, korban tercatat sebagai warga Desa Sumbermanjingkulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa menyebut dugaan awal peristiwa tersebut mengarah pada tindakan bunuh diri. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan motif di balik kejadian tersebut.

Temuan dua carik kertas berisi pesan kepada anak-anak dan keluarga menjadi salah satu bagian yang perlu didalami dalam rangkaian penyelidikan.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan mencocokkan berbagai temuan di lapangan guna memastikan fakta secara menyeluruh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *