Peristiwa

Api dari Pembakaran Sampah Mengganas, Rumah Warga Pakis Jadi Sasaran Si Jago Merah

2
×

Api dari Pembakaran Sampah Mengganas, Rumah Warga Pakis Jadi Sasaran Si Jago Merah

Share this article
Api dari Pembakaran Sampah Mengganas, Rumah Warga Pakis Jadi Sasaran Si Jago Merah
Petugas Damkar Kabupaten Malang melakukan pemadaman kebakaran rumah warga akibat api pembakaran sampah yang menjalar ke bangunan di Perumahan Asrikaton, Desa Bunut Kidul, Kecamatan Pakis, Kamis (5/11/2026).(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Aktivitas membakar sampah rumah tangga yang dianggap sepele justru berujung petaka.

Api yang semula berasal dari pembakaran sampah di depan rumah menjalar ke bangunan tempat tinggal hingga memicu kebakaran di Perumahan Asrikaton, Jalan Perum Asrikaton Nomor 24, Desa Bunut Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (5/11/2026) pagi.

Kobaran api dengan cepat membesar setelah tersambar angin yang mengarah ke bangunan rumah. Kondisi bangunan yang sebagian materialnya terbuat dari kayu membuat api semakin mudah menjalar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., menjelaskan, kebakaran bermula ketika pemilik rumah melakukan aktivitas membakar sampah sekitar pukul 09.15 WIB.

Sekitar pukul 09.30 WIB, arah angin yang mengarah ke rumah menyebabkan api dari pembakaran sampah menyambar bangunan.

“Awalnya pemilik rumah melakukan kegiatan membakar sampah di depan rumah. Sekitar pukul 09.30 WIB, karena angin mengarah ke rumah, akhirnya api menyambar bangunan tersebut. Faktor material bangunan yang terbuat dari kayu membuat api cepat membesar,” jelas Win .

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Ahmad, pemilik rumah yang berada di Perumahan Asrikaton, Jalan Perum Asrikaton Nomor 24, Desa Bunut Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dalam laporan Damkar Kabupaten Malang, anak pemilik rumah yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Laporan diterima petugas pada pukul 09.35 WIB. Hanya berselang satu menit, tepatnya pukul 09.36 WIB, titik lokasi kejadian langsung dibagikan kepada tim untuk mempercepat proses penanganan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran bernomor 07 dan 06 dengan kekuatan tujuh personel Regu 2 diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 09.38 WIB.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada pukul 10.15 WIB.

“Penanganan dilakukan oleh Regu 2 dengan mengerahkan dua unit kendaraan dan tujuh personel. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WIB,” terang Win.

Sejak laporan diterima hingga api dinyatakan padam, petugas membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menuntaskan penanganan kebakaran tersebut.

Setelah memastikan kondisi lokasi terkendali, seluruh personel dan kendaraan pemadam kembali ke markas pada pukul 10.30 WIB.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Aktivitas membakar sampah yang dianggap sederhana ternyata dapat berubah menjadi ancaman kebakaran ketika tidak memperhitungkan arah angin, jarak dengan bangunan, serta kondisi lingkungan sekitar.

Terlebih, material rumah berbahan kayu sangat rentan tersambar api sehingga kobaran kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran dalam waktu singkat.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, khususnya ketika angin bertiup kencang atau lokasi pembakaran berdekatan dengan bangunan rumah.

Selain itu, setiap aktivitas yang melibatkan api harus diawasi hingga benar-benar padam. Jangan sampai kelalaian sesaat justru berujung pada kebakaran dan kerugian material yang lebih besar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *