Peristiwa

Jembatan di Simpang Sulfat Utara Nyaris Ambruk Diterjang Banjir, Warga Minta Pemkot Bergerak Cepat

684
×

Jembatan di Simpang Sulfat Utara Nyaris Ambruk Diterjang Banjir, Warga Minta Pemkot Bergerak Cepat

Share this article
Jembatan di Simpang Sulfat Utara Nyaris Ambruk Diterjang Banjir, Warga Minta Pemkot Bergerak Cepat
Kondisi jembatan di Jalan Simpang Sulfat Utara, depan Masjid RW 5 Pandanwangi, Kota Malang, tampak nyaris ambruk setelah pondasinya tergerus derasnya aliran sungai usai hujan lebat pada Jumat siang (10/10/2025).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Malang, pada Jumat siang (10/10/2025), menyebabkan debit air sungai di kawasan Jalan Simpang Sulfat Utara meningkat drastis.

Derasnya arus air menghantam pondasi jembatan dekat RS Puri Bunda, tepat di depan Masjid RW 5 Pandanwangi atau Perumahan Pandanwangi Royal Park, hingga bagian bawah jembatan tampak nyaris ambruk.

Dari pantauan sudutkota.id di lokasi, separuh pondasi jembatan telah tergerus air. Dinding penahan di sisi timur tampak bolong besar dan memperlihatkan kerusakan pada struktur bawah jembatan.

Kondisi ini membuat warga sekitar khawatir, terlebih setiap kali hujan deras turun, arus air sungai semakin kuat menghantam bagian yang rapuh tersebut.

“Sudah mau roboh. Air deras terus menghantam bawah jembatan. Sementara kendaraan besar sudah tidak bisa lewat,” ujar Ari, salah satu warga setempat, Jumat sore (10/10/2025).

Ari menuturkan, kerusakan jembatan itu sebenarnya mulai terlihat sejak beberapa hari lalu. Namun, hujan deras pada Jumat siang memperparah kondisi hingga tampak bagian bawah jembatan menggantung.

“Awalnya cuma retak kecil, tapi sekarang sudah bolong besar. Kami takut kalau dibiarkan, bisa ambruk dan menutup aliran sungai,” tambahnya.

Warga setempat telah berinisiatif memasang pembatas darurat dari bambu dan besi agar kendaraan tidak melintas terlalu dekat. Mereka juga menutup sebagian akses untuk kendaraan roda empat, karena dikhawatirkan beban berlebih dapat mempercepat keruntuhan jembatan.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Beberapa pengendara yang biasa melintas di jalur itu terpaksa memutar arah melalui jalan kampung di Pandanwangi untuk menghindari area jembatan yang rawan ambruk.

Hingga Jumat sore, belum tampak petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) atau BPBD Kota Malang di lokasi.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat, seperti pemasangan penahan sementara atau pengalihan arus air, agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kami mohon Pemkot segera turun tangan, karena kalau malam hujan deras lagi bisa bahaya buat warga dan pengendara,” kata Ari.

Situasi di sekitar jembatan kini masih dipantau oleh warga setempat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *