Peristiwa

Dugaan Depresi, Pelajar 18 Tahun Nekat Coba Lompat dari Tandon Air Sekolah Rakyat

53
×

Dugaan Depresi, Pelajar 18 Tahun Nekat Coba Lompat dari Tandon Air Sekolah Rakyat

Share this article
Petugas gabungan dari kepolisian, relawan, dan pemadam kebakaran mengevakuasi seorang pelajar perempuan yang diduga melakukan percobaan bunuh diri. (Foto: Sudutkota.id/Istimewa)

Sudutkota.id – Dugaan tekanan psikologis atau depresi menjadi latar belakang aksi nekat seorang pelajar perempuan berusia 18 tahun yang mencoba mengakhiri hidupnya di lingkungan Sekolah Rakyat, Jalan Kawi, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (20/4) malam.

Hal ini disampaikan Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, Selasa (21/4), menanggapi insiden percobaan bunuh diri yang sempat menggegerkan warga sekitar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Korban berinisial N.I.N (18), yang merupakan pelajar asal Kecamatan Klojen, diduga mengalami tekanan emosional setelah mendapat teguran dari temannya di lingkungan sekolah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WIB saat korban berada di kamar istirahat. Korban sempat dipanggil oleh gurunya namun tidak merespons, hingga akhirnya ditegur oleh teman.

Diduga merasa tersinggung dan terpukul, korban kemudian naik ke tangga tandon air yang berada di area sekolah dan berusaha melompat.

Aksi tersebut sontak membuat panik lingkungan sekolah. Satpam bersama teman-teman korban berupaya keras membujuk agar korban mengurungkan niatnya. Pihak sekolah kemudian menghubungi kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu proses evakuasi.

Setelah proses dramatis selama beberapa jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.20 WIB dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk mendapatkan penanganan medis.

Ipda Lukman Sobhirin mengungkapkan, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental dan sebelumnya sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara serupa di lokasi yang sama.

“Dugaan sementara korban mengalami tekanan psikologis. Saat ini masih dalam penanganan medis dan pendampingan lebih lanjut,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya keluarga dan lingkungan pendidikan, agar lebih peka terhadap kondisi mental remaja. Dukungan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah kejadian serupa.

 

Disclaimer:
Artikel ini disajikan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk menginspirasi, meniru, atau mendorong siapa pun melakukan tindakan serupa. Sudutkota.id mengimbau pembaca yang mengalami gejala depresi, tekanan psikologis, atau munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan profesional, seperti psikolog, psikiater, layanan kesehatan mental, atau pihak berkompeten lainnya. Keselamatan dan kesehatan mental adalah hal utama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *