Daerah

Peringati Hardiknas, Bupati Fawait Pastikan Tidak Kurangi Tunjangan Guru

923
×

Peringati Hardiknas, Bupati Fawait Pastikan Tidak Kurangi Tunjangan Guru

Share this article
Bupati Jember Muhammad Fawait saat peringati Hardiknas di Pendapa Pemkab Jember. (Foto: Sudutkota.id/WNP)

Sudutkota.id – Bupati Jember Muhammad Fawait SE, MSc, memastikan tidak akan mengurangi tunjangan guru. Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, juga memastikan memikirkan soal kesejahteraan para pendidik. Hal ini disampaikan Gus Fawait saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026).

Peringatan Hardiknas kali ini memang sedikit berbeda. Peringatan tidak dilakukan dengan menggelar upacara di alun-alun. Pemerintah Kabupaten Jember rupanya lebih memilih untuk mengadakan talkshow edukatif dan sarasehan untuk membedah dan mencari solusi terbaik bagi dunia pendidikan.

Gus Fawait menegaskan, keputusan menggelar talkshow diambil agar esensi Hardiknas lebih terasa dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Jember.

“Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang tetap mempertahankan besaran TPP dan tukin tanpa pengurangan sedikit pun,” ujarnya.

Terkait kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Gus Fawait menegaskan hal itu sebagai bentuk komitmennya untuk mengangkat seluruh usulan PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, demi memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik.

Ada yang menarik yang disampaikan Gus Fawait terkait keterkaitan pendidikan dengan pengentasan kemiskinan. Dijelaskan, kunci utama memutus rantai kemiskinan ekstrem di Jember adalah melalui jalur pendidikan. Pasalnya, kata Gus Fawait, pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Maka dari itulah, lanjut dia, beberapa langkah strategis perlu ditekankan. Yakni, guru diharapkan menjadi teladan (uswatun hasanah) tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sosial masyarakat.

Selain itu, pihaknya mendorong sekolah untuk aktif melibatkan orang tua dalam proses pendidikan agar tercipta keselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah.

Sebagai bagian dari upaya kolektif, Bupati Jember juga menginstruksikan para ASN, termasuk guru, untuk terlibat dalam Verifikasi dan Validasi (Verval) data kemiskinan di lapangan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

Gus Fawait berharap,seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi. Pihaknya percaya bahwa dengan guru yang sejahtera dan sistem pendidikan yang melibatkan keluarga, angka kemiskinan di Jember akan menurun secara signifikan di masa depan.

“Kita harus bersama-sama mengatasi krisis kemiskinan ini. Lewat jalur pendidikan, saya yakin Jember akan jauh lebih baik menuju Jember Baru, Jember Maju,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *