Daerah

Penertiban PKL Berhasil, Jalan Kebalen Tak Lagi Jadi Momok Kemacetan

19
×

Penertiban PKL Berhasil, Jalan Kebalen Tak Lagi Jadi Momok Kemacetan

Share this article
Penertiban PKL Berhasil, Jalan Kebalen Tak Lagi Jadi Momok Kemacetan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, meninjau langsung penataan PKL di Jalan Kebalen pada, Rabu (6/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Kebalen, Kota Malang, mulai menunjukkan hasil signifikan. Setelah lama dikenal sebagai titik kemacetan, kini arus lalu lintas tampak lebih lancar dan kawasan berangsur tertib.

Langkah ini merupakan upaya serius dari Pemerintah Kota Malang bersama jajaran kepolisian dalam mengembalikan fungsi jalan yang selama ini terganggu oleh aktivitas perdagangan yang meluber hingga ke badan jalan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, bahkan turun langsung meninjau kondisi di lapangan pada Rabu (6/5/2025) petang. Dari pantauan tersebut, perubahan langsung terlihat lalu lintas lebih mengalir dan kawasan tampak lebih rapi.

“Alhamdulillah, sore ini kita lihat langsung kondisinya jauh lebih tertib dan arus lalu lintas sudah mulai lancar. Ini bukti bahwa kalau ditata dengan baik, semua bisa berjalan beriringan, ekonomi tetap hidup, tapi jalan juga berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Wahyu.

Dalam penataan ini, Pemkot Malang menerapkan aturan tegas terkait jam operasional PKL. Pedagang hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Di luar jam tersebut, kawasan harus steril dari aktivitas perdagangan.

Spanduk pengumuman yang terpasang di atas jalan menjadi penegasan aturan tersebut sekaligus pengingat bagi para pedagang agar tetap mematuhi kebijakan yang telah disepakati bersama.

Seiring penertiban ini, aktivitas perdagangan mulai kembali terpusat di Pasar Kebalen. Sementara itu, PKL yang belum memiliki izin diarahkan untuk direlokasi ke Pasar Induk Gadang agar tetap memiliki tempat usaha yang lebih tertata dan legal.

Tak hanya soal lalu lintas, perubahan juga terlihat dari sisi kebersihan. Dengan terbukanya akses jalan, armada pengangkut sampah kini lebih mudah menjangkau lokasi yang sebelumnya sulit dilalui, sehingga penumpukan sampah mulai teratasi.

Wahyu menegaskan bahwa pendekatan persuasif akan terus dilakukan agar para pedagang dapat menyesuaikan diri tanpa menimbulkan gejolak.

“Kami tidak ingin mematikan usaha masyarakat. Justru kami ingin mereka tetap berdagang, tapi dengan tertib. Kalau semua patuh, kawasan ini bisa jadi contoh penataan yang berhasil,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan penataan kawasan ini dapat rampung dalam dua bulan ke depan, mencakup penataan izin, kebersihan, hingga penguatan aktivitas ekonomi di dalam pasar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *