Daerah

Pemkot Malang Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Lomba Permainan Tradisional di HUT ke-112 Kota Malang

3
×

Pemkot Malang Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Lomba Permainan Tradisional di HUT ke-112 Kota Malang

Share this article
Pemkot Malang Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Lomba Permainan Tradisional di HUT ke-112 Kota Malang
Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Malang yang dirangkai dengan penyerahan hadiah lomba permainan tradisional dan orasi daerah (Orado), Senin (11/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Semangat pelestarian budaya lokal mewarnai pelaksanaan apel pagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Senin (11/5/2026).

Pada kegiatan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyerahkan langsung hadiah lomba permainan tradisional dan Orado dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-112, yang digelar di halaman depan Balai Kota Malang.

Berbagai permainan tradisional khas nusantara turut diperlombakan, mulai dari olahraga tradisional, permainan bekel, dakon, hingga Orado yang menjadi salah satu permainan rakyat yang kembali dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan seremonial, melainkan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya daerah yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Kelompok tradisional, olahraga tradisional, bekel, kemudian dakon, sama Orado sudah diserahkan oleh Bapak Wali Kota. Ini dalam rangka memberikan apresiasi dan pemerintah Kota Malang berkomitmen konsisten untuk menjaga kekayaan budaya, muatan lokal yang harus kita kuatkan,” ujar Baihaqi.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat karena mengandung unsur edukasi, sportivitas, kebersamaan, hingga membangun karakter anak. Di tengah perkembangan teknologi dan dominasi permainan digital saat ini, keberadaan permainan tradisional dinilai perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang dari kehidupan generasi muda.

“Nilai-nilai budaya, permainan-permainan lama yang masih sesuai dan perlu kita lestarikan dan terus kita kenalkan kepada anak-anak kita,” tambahnya.

Baihaqi menjelaskan, melalui momentum HUT Kota Malang ke-112, Pemkot Malang ingin menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya fokus pada sektor fisik dan modernisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan budaya lokal sebagai identitas daerah.

Menurutnya, permainan tradisional menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki filosofi kuat dalam membangun interaksi sosial masyarakat. Permainan seperti dakon dan bekel misalnya, mengajarkan ketelitian, strategi, serta kesabaran. Sementara olahraga tradisional mengandung nilai kekompakan dan kebersamaan yang penting dalam kehidupan sosial.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal budaya daerahnya sendiri. Pemkot Malang berharap permainan-permainan tradisional tidak hanya muncul saat peringatan hari jadi kota, namun dapat terus dihidupkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Suasana apel pagi dan penyerahan hadiah berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta yang menerima penghargaan tampak antusias saat naik ke atas panggung menerima hadiah dan apresiasi dari Pemerintah Kota Malang.

Peringatan HUT Kota Malang ke-112 tahun ini sendiri mengusung semangat kebersamaan dan pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Malang di tengah perkembangan perkotaan yang semakin modern.

Pemkot Malang pun berharap kegiatan berbasis budaya lokal seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin sehingga permainan tradisional tetap hidup dan dikenal lintas generasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *