Sudutkota.id – Para peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga pakan ayam yang terus merangkak naik.
Di sisi lain, harga telur ayam di tingkat peternak justru mengalami penurunan drastis sehingga membuat para peternak terancam merugi.
Salah satu peternak ayam petelur asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Eko Murdianto, mengaku kondisi tersebut mulai dirasakan dalam dua pekan terakhir.
Menurutnya, kenaikan harga pakan ayam terjadi cukup signifikan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.
“Sebelumnya harga pakan ayam masih sekitar Rp6.800 sampai Rp7.000 per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp7.400 hingga Rp7.800 per kilogram,” ujar Eko, Senin (11/5/2026).
Kenaikan harga pakan ayam petelur tersebut membuat para peternak di Jombang semakin kelimpungan. Sebab, di waktu yang sama harga telur ayam justru mengalami penurunan tajam di pasaran.
Eko menyebut, sebelumnya harga telur ayam di tingkat peternak masih berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram. Namun kini turun drastis menjadi sekitar Rp22 ribu hingga Rp22.500 per kilogram.
“Harga telur turun drastis, sementara harga pakan naik signifikan. Kondisi ini sangat memberatkan peternak ayam petelur,” katanya.
Menurutnya, anjloknya harga telur terjadi meski stok telur di pasaran saat ini melimpah. Tingginya ketersediaan telur justru membuat harga jual semakin tertekan di tingkat produsen.
“Ketersediaan telur sangat cukup banyak, tapi harganya malah turun. Ini yang membuat peternak semakin kesulitan,” ungkapnya.
Para peternak berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga pakan ayam dan menekan harga jagung yang menjadi bahan utama pakan ternak.
“Semoga harga pakan segera stabil dan harga jagung turun sehingga peternak ayam petelur tidak terus merugi,” pungkas Eko.




















