Sudutkota.id – Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Kencana. Bahkan mempersiapkan ekspansi berbagai usaha hingga sektor perikanan.
Salah satu usaha yang kini dikembangkan yakni, peternakan ayam petelur yang menjadi unit usaha kedua milik BUMDes, setelah sebelumnya sukses menjalankan layanan distribusi air bersih bagi masyarakat desa.
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Desa Kramat Sukoharjo, Dwi Siswanto saat ditemui wartawan sudutkota.id.
Dwi Siswanto mengatakan, saat ini usaha peternakan ayam petelur tersebut masih memiliki satu kandang dengan populasi kurang lebih seribu ekor ayam petelur. Meski demikian, pihak desa telah menyiapkan rencana pengembangan usaha ke depannya.
“Untuk sementara masih satu kandang dengan sekitar seribu ekor ayam petelur. Nantinya kami akan mencarikan anggaran untuk ekspansi pengembangan peternakan ayam petelur ini,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Dwi Siswanto, peternakan ayam milik BUMDes Mitra Kencana memiliki keunggulan dibanding peternakan pada umumnya karena menggunakan ayam petelur jenis Lohmann. Varietas ayam tersebut dinilai sangat cocok dengan kondisi iklim di Indonesia.
“Kami menggunakan ayam jenis Lohmann. Jenis ini termasuk varietas unggulan karena mampu beradaptasi dengan iklim panas di Indonesia dan masa produktif bertelurnya bisa lebih dari dua tahun,” jelasnya.
Dari sisi pemasaran, usaha peternakan tersebut juga dinilai cukup menjanjikan. Bahkan, banyak pembeli maupun tengkulak yang datang langsung ke lokasi peternakan untuk membeli telur hasil produksi BUMDes.
“Untuk pemasaran alhamdulillah cukup mudah. Banyak pembeli maupun tengkulak yang datang langsung ke sini,” tambahnya.
Tak hanya fokus di sektor peternakan, Pemerintah Desa Kramat Sukoharjo juga tengah menyiapkan pengembangan usaha di bidang perikanan. Hal tersebut didukung keberadaan sumber air hasil pengeboran yang dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami berharap ke depan bisa segera merealisasikan usaha di bidang perikanan. Karena kita sudah mengebor air dan sayang kalau tidak segera dimanfaatkan,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pengembangan BUMDes, pemerintah desa bahkan telah menyiapkan tanah kas desa seluas kurang lebih lima hektar yang diproyeksikan khusus untuk pengembangan berbagai unit usaha desa.
Selain peternakan dan rencana usaha perikanan, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk budidaya tanaman cabai serta berbagai jenis sayuran lainnya.
Dalam mendukung sektor pertanian, Pemerintah Desa Kramat Sukoharjo juga menggandeng program dari Kementerian PUPR untuk pengadaan pengeboran air pertanian. Nantinya, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh petani untuk mengairi sawah maupun ladang mereka dengan sistem token listrik mandiri.
Langkah inovatif yang dilakukan Pemerintah Desa Kramat Sukoharjo melalui BUMDes Mitra Kencana ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.




















