Nasional

Museum Bing Slamet Dibuka, Achmad Azran Dorong Warisan Maestro Tak Berhenti Jadi Kenangan

9
×

Museum Bing Slamet Dibuka, Achmad Azran Dorong Warisan Maestro Tak Berhenti Jadi Kenangan

Share this article
Museum Bing Slamet Dibuka, Achmad Azran Dorong Warisan Maestro Tak Berhenti Jadi Kenangan
Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran saat menghadiri peresmian Museum Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.(Sudutkota.id/Dok. DPD)

JAKARTA, Sudutkota.id – Nama besar Bing Slamet berisiko hanya tinggal dalam ingatan generasi yang pernah menyaksikan karya-karyanya jika jejak keseniannya tidak terus diperkenalkan kepada generasi baru.

Karena itu, kehadiran Museum Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, dinilai penting bukan sekadar untuk menyimpan peninggalan, tetapi menjaga perjalanan sang maestro tetap dikenal.

Museum Bing Slamet di Jalan Arimbi Nomor 7 tersebut diresmikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Minggu (27/9/2026), bertepatan dengan Hari Komedi Nasional.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran menilai museum dapat menjadi ruang yang mempertemukan generasi sekarang dengan karya dan nilai yang ditinggalkan Bing Slamet.

“Bing Slamet bukan hanya pelawak. Beliau adalah seniman serba bisa yang menghidupkan musik, lawak, film, dan berbagai bentuk kesenian untuk masyarakat. Karena itu, museum ini penting agar generasi muda tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga memahami karya dan perjalanan hidupnya,” ujar Achmad Azran.

Bing Slamet sendiri dikenal sebagai penyanyi, musisi, pencipta lagu, pelawak, dan aktor. Perjalanan keseniannya berlangsung sejak sebelum kemerdekaan hingga dekade 1970-an, termasuk melalui Trio Los Gilos, Kwartet Jaya, dunia radio, musik, dan perfilman nasional.

Bagi Achmad Azran, jejak tersebut penting dirawat karena perkembangan industri hiburan yang semakin cepat dapat membuat karya seniman lintas zaman semakin jauh dari generasi muda. Museum menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kembali konteks di balik nama besar seorang maestro, bukan sekadar menyimpan benda peninggalannya.

“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal nama besar Bing Slamet tanpa mengetahui mengapa beliau begitu penting dalam sejarah kesenian Indonesia. Museum ini bisa menjadi jembatan antara generasi, sekaligus ruang belajar bahwa kreativitas, ketekunan dan keberanian berkarya merupakan bagian dari perjalanan kebudayaan bangsa,” katanya.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan tata pamer museum menggambarkan perjalanan Bing Slamet sebagai seniman multitalenta. Di dalamnya terdapat sejumlah memorabilia, antara lain poster film, piringan hitam, kaset, pakaian, pas kerja, serta bagian rumah asli yang masih dipertahankan.

“Kalau kita lihat dari lini masa, dari tata pamer, kita melihat bahwa Bing Slamet ini adalah seorang seniman yang multi-talenta. Beliau pencipta lagu, penyanyi bersuara bariton, aktor, serta komedian melalui kelompok Trio Los Gilos dan Kuartet Jaya terkenal,” kata Fadli Zon seusai peresmian.

Anak Bing Slamet, Adi Bing Slamet, turut mengenang rumah tersebut sebagai tempat berkumpulnya para seniman dan lahirnya berbagai gagasan kreatif.

Achmad Azran berharap museum tidak berhenti menjadi ruang yang ramai saat peresmian, tetapi terus dimanfaatkan sebagai tempat belajar dan apresiasi agar warisan Bing Slamet tetap hidup di tengah generasi baru.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *