Daerah

Muktamar ke-35 NU Memanas, Kiai Sepuh di Lirboyo Serukan Pilihan Bebas Tanpa Intervensi

3
×

Muktamar ke-35 NU Memanas, Kiai Sepuh di Lirboyo Serukan Pilihan Bebas Tanpa Intervensi

Share this article
Muktamar ke-35 NU Memanas, Kiai Sepuh di Lirboyo Serukan Pilihan Bebas Tanpa Intervensi
Para kyai sepuh saat menggelar pertemuan di Lirboyo jelang pembukaan Muktamar.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Perkembangan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, semakin menjadi perhatian. Sejumlah kiai sepuh NU menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah ulama senior, di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH ‘Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Muhibbul Aman Aly.

Forum itu membahas sejumlah hal yang dinilai penting untuk menjaga kehormatan dan kemandirian Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

Salah satu perhatian para kiai sepuh adalah munculnya kekhawatiran terkait dugaan tekanan, pengondisian, maupun intervensi terhadap muktamirin dalam proses pemilihan kepemimpinan NU.

Para kiai sepuh menyerukan agar seluruh peserta Muktamar menggunakan hak pilih secara bebas, bijak, dan bertanggung jawab. Mereka juga meminta seluruh pihak menjaga marwah serta kemandirian Nahdlatul Ulama.

Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin sebelumnya menegaskan pentingnya memberikan keleluasaan kepada peserta Muktamar untuk menentukan pilihan secara berdaulat.

“Saya yakin Presiden juga bersikap seperti itu dan jangan sampai ada pihak-pihak di bawahnya yang tidak melaksanakannya,” ujar KH Ma’ruf Amin, Kamis (27/8/2026).

Dalam pertemuan di Lirboyo tersebut, para kiai sepuh juga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap proses pemilihan di Muktamar ke-35 NU.

Mereka bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas apabila terdapat menteri atau pejabat yang dinilai melakukan intervensi terhadap proses Muktamar.

Selain itu, para kiai mengingatkan seluruh pihak agar menghindari tekanan yang dapat dipersepsikan sebagai pengondisian atau intervensi terhadap keputusan Muktamar.

Seruan tersebut menjadi perhatian penting mengingat Muktamar ke-35 NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi.

Muktamar kali ini digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026.

Para kiai sepuh berharap seluruh rangkaian Muktamar NU berjalan kondusif, demokratis, dan menjunjung tinggi akhlak serta tradisi keulamaan yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama.

Dengan semakin dekatnya pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, seruan dari para kiai sepuh di Lirboyo tersebut menjadi pesan moral agar proses pemilihan kepemimpinan NU benar-benar berlangsung secara bermartabat dan mengedepankan kepentingan organisasi serta warga Nahdliyin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *