Daerah

Muktamar NU ke-35, Gus Kikin Dinilai Punya Kapasitas Pimpin NU di Abad Kedua

6
×

Muktamar NU ke-35, Gus Kikin Dinilai Punya Kapasitas Pimpin NU di Abad Kedua

Share this article
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan yang utuh untuk memimpin Nahdlatul Ulama (NU).

Penilaian tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat.

Menurut KH Junaidi, kapasitas calon pemimpin NU tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan dalam bidang keilmuan agama.

Sebagai organisasi besar dengan jaringan luas, NU membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan di berbagai sektor.

“Karena seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya,” ujar KH Junaidi Hidayat, Kamis (27/8/2026).

KH Junaidi melihat tantangan yang dihadapi NU memasuki abad kedua semakin kompleks. Perubahan global menuntut organisasi memiliki kepemimpinan yang mampu mengelola sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki NU.

Dalam konteks tersebut, KH Junaidi menilai Gus Kikin memiliki sejumlah kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi sebesar NU.

“Saya melihat Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi,” jelasnya.

Menurutnya, rekam jejak dan kemampuan Gus Kikin perlu dilihat secara menyeluruh. Penilaian terhadap calon pemimpin NU, kata dia, tidak cukup hanya berdasarkan satu aspek. “Karena NU membutuhkan kekuatan itu,” ungkap KH Junaidi.

Lebih lanjut, KH Junaidi berharap Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tidak terjebak pada pertarungan kepentingan.

Dia berharap forum tertinggi NU tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU menghadapi tantangan zaman.

KH Junaidi mengatakan NU ke depan perlu memperkuat sejumlah sektor strategis. Di antaranya kemandirian ekonomi, tata kelola organisasi, pendidikan, jaringan internasional, hingga gerakan sosial.

Dengan penguatan berbagai sektor tersebut, dia berharap NU mampu menghadapi tantangan abad kedua secara lebih matang dan mandiri.

“Sehingga NU betul-betul akan siap untuk bisa masuk pada pertarungan abad kedua dengan kedigdayaan dalam semua aspek. Secara ekonomi, manajerial, jaringan internasional, pendidikan, dan sebagainya,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *