Daerah

Pesan Gus Rozin Jelang Muktamar ke-35 NU: Yang Harus Menang adalah NU

16
×

Pesan Gus Rozin Jelang Muktamar ke-35 NU: Yang Harus Menang adalah NU

Share this article
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin saat registrasi. (Foto : Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mengajak seluruh peserta Muktamar ke-35 NU mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan suasana riang gembira, penuh persaudaraan, dan semangat silaturahmi.

Menurut Gus Rozin, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tidak semestinya hanya dipandang sebagai forum untuk menentukan kepemimpinan PBNU. Muktamar juga menjadi momentum penting untuk mempertemukan kembali nahdliyin dari berbagai daerah sekaligus memperkuat ukhuwah nahdliyah.

“Muktamar ini harus menjadi bagian dari silaturahmi nahdliyin. Kita datang dengan riang gembira, bertemu saudara-saudara dari berbagai daerah, dan bersama-sama menjaga ukhuwah nahdliyah,” kata Gus Rozin menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, Rabu (26/8/2026).

Ketua PWNU Jawa Tengah tersebut berharap suasana persaudaraan dapat mewarnai seluruh rangkaian Muktamar, mulai dari kedatangan peserta, persidangan, hingga proses pengambilan keputusan.

Menurut Gus Rozin, perbedaan pilihan dalam Muktamar NU merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan ikatan persaudaraan sebagai sesama warga Nahdlatul Ulama. “Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam persaudaraan,” ujarnya.

Gus Rozin menilai Muktamar ke-35 NU memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar proses memilih Ketua Umum PBNU.

“Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang mempertemukan ulama, pengurus, kader, dan nahdliyin dari berbagai daerah,” tuturnya.

Karena itu, sambung Gus Rozin, momentum Muktamar perlu dimanfaatkan untuk saling bertemu, bertukar pengalaman, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap Nahdlatul Ulama.

Gus Rozin berharap peserta tidak larut dalam ketegangan kontestasi kepemimpinan. Sebaliknya, seluruh peserta diminta menjaga suasana Muktamar tetap sehat, sejuk, dan penuh kegembiraan sebagai bagian dari tradisi persaudaraan NU.

“Jangan sampai Muktamar membuat kita kehilangan kegembiraan sebagai nahdliyin. Kita datang untuk bermusyawarah, bersilaturahmi, dan menentukan masa depan NU bersama-sama,” kata Gus Rozin.

Gus Rozin juga mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU, seluruh elemen NU harus tetap bersama-sama melanjutkan khidmah.

Menurutnya, persatuan NU tidak boleh berhenti setelah proses pemilihan selesai. Justru setelah Muktamar, seluruh energi organisasi harus kembali diarahkan untuk melayani jamaah, memperkuat pesantren, mengembangkan cabang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua PBNU, saya berharap seluruh elemen NU tetap dapat bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan melanjutkan khidmah kepada umat,” ujarnya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari gagasan ishlah yang selama ini ditawarkan Gus Rozin dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU.

Menurutnya, Muktamar harus menjadi momentum untuk memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki, melanjutkan program yang sudah baik, sekaligus memperkuat kembali hubungan antarelemen NU.

Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU diharapkan tidak meninggalkan sekat antara pihak yang menang dan kalah. Bagi Gus Rozin, pihak yang harus menjadi pemenang dalam Muktamar adalah NU dan ukhuwah nahdliyah.

“Yang kita cari bukan sekadar siapa yang menang, tetapi bagaimana setelah Muktamar NU semakin kuat, semakin rukun, dan semakin bermanfaat bagi umat, bangsa, negara dan masyarakat global,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *