DaerahPeristiwa

Pelajar Kota Malang Tewas Tertemper KA Malabar di Pakisaji, Keluarga Sempat Kebingungan Mencarinya

3
×

Pelajar Kota Malang Tewas Tertemper KA Malabar di Pakisaji, Keluarga Sempat Kebingungan Mencarinya

Share this article
Petugas kepolisian bersama PMI Kabupaten Malang mengevakuasi jenazah pelajar yang tertemper KA Malabar di jalur rel KM 57+3, Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Duka menyelimuti keluarga seorang pelajar berinisial SU (14), warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Remaja tersebut meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Malabar 69 relasi Malang-Bandung di jalur rel KM 57+3, Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Informasi awal diterima pusat pengendali perjalanan kereta api di Surabaya setelah mendapat laporan dari perjalanan KA Malabar 69 yang melaju dari Malang menuju Bandung.

Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto mengatakan, informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas Stasiun Pakisaji. Petugas Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 90 Pakisaji selanjutnya bergerak untuk memastikan laporan tersebut.

“Petugas JPL 90 Pakisaji kemudian mengecek informasi tersebut. Polisi bersama PMI Kabupaten Malang juga langsung mendatangi lokasi,” ujar Sunarko.

Saat petugas tiba, SU ditemukan di area persawahan di pinggir jalur rel dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban mengalami sejumlah luka parah, terutama pada bagian kepala dan tangan.

Petugas kepolisian, PMI Kabupaten Malang serta petugas Stasiun KAI Pakisaji kemudian melakukan evakuasi. Jenazah korban dibawa ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, untuk menjalani visum et repertum.

Polisi belum berhenti pada proses evakuasi. Keberadaan SU di sekitar jalur rel sebelum KA Malabar melintas kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Berdasarkan keterangan awal, korban diduga berada seorang diri di sekitar jalur kereta api ketika KA Malabar 69 melintas. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi sebenarnya.

Sunarko juga menyampaikan bahwa keluarga korban selama ini kerap kebingungan mencari keberadaan SU. Korban disebut sering bepergian dan tidak segera kembali ke rumah.

“Korban diduga ada gangguan kejiwaan dan sering jalan-jalan namun tidak pulang ke rumah. Pihak keluarga selama ini juga sering kebingungan mencari keberadaan korban,” ungkapnya.

Meski demikian, polisi masih mendalami seluruh informasi tersebut dan belum menyimpulkan secara pasti bagaimana korban bisa berada di kawasan jalur aktif kereta api hingga akhirnya tertemper KA Malabar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *