Pendidikan

Meriah HUT ke-76 SMPN 3 Kota Malang, Siswa Tampil Budaya Dunia

3
×

Meriah HUT ke-76 SMPN 3 Kota Malang, Siswa Tampil Budaya Dunia

Share this article
Meriah HUT ke-76 SMPN 3 Kota Malang, Siswa Tampil Budaya Dunia
Teguh Edi Permana saat berfoto bersama siswa dalam rangka perayaan HUT ke-76 SMPN 3 Kota Malang yang menampilkan parade budaya dunia.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 SMPN 3 Kota Malang berlangsung meriah dan penuh warna. Kegiatan yang dikemas dalam pertunjukan budaya internasional tersebut menampilkan ratusan siswa yang unjuk kreativitas melalui parade kostum dan seni budaya dari berbagai negara, Rabu (13/5/2026).

Sebanyak 864 siswa terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan menampilkan beragam konsep budaya dunia seperti Romawi, Mesir, hingga kaisar yang dikemas dalam pertunjukan edukatif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter, kreativitas, serta penguatan wawasan global bagi peserta didik.

Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Malang, Teguh Edi Permana mengatakan, kegiatan HUT tahun ini mengusung konsep pembelajaran berbasis “pariatana” yang menekankan tiga nilai utama, yakni identity, unity, dan diversity.

Menurutnya, identitas sekolah harus terus diperkuat, persatuan harus dijaga, dan keberagaman perlu dipahami secara lebih luas, tidak hanya dalam konteks lokal, tetapi juga global.

“Budaya kita sekarang temanya pariatana, ada identity, unity, diversity. Identitas sekolah harus dikembangkan, punya karakter. Unity itu persatuan, dan diversity itu keberagaman. Sekarang sudah global, jadi anak-anak perlu mengenal budaya dunia,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan siswa agar lebih kreatif, percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang lebih tinggi. Selain itu, SMPN 3 Kota Malang juga ingin melahirkan lulusan yang berkarakter dan mampu bersaing di berbagai bidang.

“Harapan kami, anak-anak SMPN 3 menjadi generasi yang keren, berkarakter, dan bermanfaat. Mereka juga bisa belajar dari keberagaman budaya dunia,” tambahnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di Kota Malang. Hampir seluruh siswa yang terlibat menggunakan jasa persewaan kostum lokal, sehingga usaha masyarakat ikut bergerak selama kegiatan berlangsung.

“Sekitar 864 siswa ikut dan hampir semuanya menyewa kostum. Ini membuat usaha persewaan di Kota Malang ikut laris dan UMKM bergerak,” jelasnya.

Namun di balik kemeriahan tersebut, Teguh juga mengungkap adanya tantangan yang masih dihadapi sekolah, yakni kekurangan tenaga pendidik.

Ia menyebut, kebutuhan ideal guru di SMPN 3 Kota Malang mencapai sekitar 56 orang. Namun saat ini jumlah guru yang tersedia, baik berstatus PNS maupun PPPK, baru sekitar 50 orang.

Kondisi tersebut membuat beban kerja guru menjadi cukup tinggi, terutama karena tingginya jumlah siswa dan padatnya aktivitas pembelajaran di sekolah.

“Kebutuhan idealnya sekitar 56 guru, sementara saat ini baru sekitar 50. Jadi memang masih ada kekurangan tenaga pendidik,” ungkapnya.

Teguh juga menyoroti keterbatasan dalam penambahan tenaga guru akibat kebijakan pengangkatan yang saat ini tidak bisa dilakukan secara bebas oleh sekolah maupun daerah.

Meski demikian, pihak sekolah tetap melakukan penataan pembagian tugas agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal, termasuk melalui wakil kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, dan kegiatan pendukung lainnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, perayaan HUT ke-76 SMPN 3 Kota Malang menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, serta kontribusi terhadap ekonomi masyarakat sekitar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *