Sudutkota.id – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menggelar upacara di SMPN 30, Jalan Raya Mulyorejo No 95, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Senin (4/5/2026).
Langkah ini menjadi penegasan bahwa pemerintah ingin melihat secara nyata kualitas pendidikan di lapangan. Tak hanya itu, kehadiran langsung wali kota juga menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Kota Malang.
“Biasanya kita laksanakan di balai kota, tapi hari ini saya sengaja hadir di sekolah. Saya ingin melihat langsung kondisi riil pendidikan, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bagaimana mutu pendidikan di Kota Malang,” tegas Wahyu.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu membeberkan sejumlah kekuatan pendidikan Kota Malang yang membuatnya tetap menjadi salah satu kota tujuan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pengakuan terhadap kualitas pendidikan Malang bukan sekadar klaim, melainkan sudah terbukti melalui berbagai capaian.
“Banyak penghargaan kita terima, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Kota Malang sudah diakui luas,” ungkapnya.
Tingginya minat pelajar dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan di Malang juga menjadi indikator kuat. Kota ini dinilai mampu menyediakan ekosistem pendidikan yang lengkap, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
“Yang datang ke Kota Malang untuk bersekolah sangat banyak. Ini bukti bahwa Malang memang menjadi magnet pendidikan,” imbuhnya.
Untuk menjaga kualitas tersebut, Pemkot Malang terus mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai ketentuan, yakni minimal 20 persen dari APBD. Anggaran ini digunakan untuk peningkatan sarana prasarana, perbaikan sekolah, hingga penguatan sistem pembelajaran.
“Perbaikan sekolah terus kita lakukan. Standar pembiayaan juga kita penuhi. Ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan kita dijaga secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun sistem,” jelas Wahyu.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Program pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga kesejahteraan guru terus didorong agar proses pembelajaran semakin optimal.
Dalam amanatnya, Wahyu menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal capaian akademik. Ia mengutip pesan Menteri Pendidikan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, asah, asih, dan asuh yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.
“Pendidikan harus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing. Ini yang terus kita dorong di Kota Malang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, Pemkot Malang juga mengakselerasi berbagai kebijakan strategis. Di antaranya digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa, serta peningkatan literasi dan numerasi.
Tak hanya itu, perluasan akses pendidikan juga terus dilakukan, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan pendidikan inklusif.
“Sebagai Kota Pendidikan, kita punya tanggung jawab besar. Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menyiapkan generasi masa depan yang unggul,” tegasnya.
Wahyu menyebut, berbagai prestasi yang diraih pelajar Kota Malang dalam ajang seperti O2SN dan kompetisi lainnya menjadi bukti nyata keberhasilan arah kebijakan pendidikan.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah mengharumkan nama Kota Malang.
“Ini menunjukkan bahwa ikhtiar kita sudah berjalan di jalur yang tepat,” katanya.
Menutup sambutannya, Wahyu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam membangun pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Saya mengajak tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Momentum Hardiknas 2026 ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.
“Dari sinilah kita siapkan generasi Ngalam yang pinter, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.




















