Pendidikan

Atap SDN 1 Kalisongo Ambrol Usai Hardiknas, DPRD Kabupaten Malang Desak Percepatan Perbaikan

3
×

Atap SDN 1 Kalisongo Ambrol Usai Hardiknas, DPRD Kabupaten Malang Desak Percepatan Perbaikan

Share this article
Atap SDN 1 Kalisongo Ambrol Usai Hardiknas, DPRD Kabupaten Malang Desak Percepatan Perbaikan
Kondisi atap bangunan SDN 1 Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang rusak parah dan ambrol usai peringatan Hari Pendidikan Nasional.(foto:tangkapan layar)

Sudutkota.id – Sebuah video yang diunggah seorang guru mendadak menjadi sorotan publik setelah memperlihatkan kondisi memprihatinkan bangunan SDN 1 Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Insiden tersebut terjadi pada, Sabtu (2/5/2026), sesaat setelah pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), ketika bagian atap atau genteng sekolah tiba-tiba jatuh.

Dalam video yang beredar, tampak beberapa bagian atap bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Diduga, usia bangunan yang sudah lama serta kondisi material yang mulai keropos menjadi pemicu utama ambrolnya atap tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun demikian, peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pihak sekolah, terutama terkait keselamatan siswa dan tenaga pengajar yang setiap hari beraktivitas di lingkungan tersebut.

Pihak sekolah melalui unggahan video itu pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar segera dilakukan perbaikan. Mereka menilai kondisi bangunan sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, saat dikonfirmasi Sudutkota.id pada, Minggu (3/5/2026), menyampaikan bahwa kondisi tersebut sebenarnya sudah masuk dalam agenda perencanaan pembangunan daerah.

“Memang untuk perbaikan infrastruktur pendidikan seperti di SDN 1 Kalisongo ini sudah kami dorong dan masuk dalam perencanaan pembangunan. Namun saat ini masih dalam tahap proses administrasi dan penganggaran,” ujarnya.

Zulham menegaskan, pihaknya di DPRD akan terus mengawal agar proses tersebut tidak berlarut-larut. Ia menilai, fasilitas pendidikan yang menyangkut keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kalau melihat kondisi bangunan yang sudah seperti itu, tentu ini tidak bisa ditunda terlalu lama. Kami akan dorong agar bisa diprioritaskan, minimal ada langkah penanganan darurat sambil menunggu realisasi pembangunan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkala terhadap kondisi bangunan sekolah lain di Kabupaten Malang, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru bergerak. Perlu ada pendataan menyeluruh terkait kondisi sekolah-sekolah yang sudah tua atau rawan, sehingga bisa dilakukan langkah antisipasi lebih dini,” tambahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *