Sudutkota.id – Komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diperkuat. Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurrachman, meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Malang, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dalam kesempatan itu, Dudung melihat secara langsung kondisi asrama, ruang belajar, fasilitas pendukung pendidikan, hingga berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pendidik.
Menurut Dudung, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar seperti sekolah pada umumnya. Program ini dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, moral, serta keterampilan hidup yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Di sini kita lihat perkembangan anak-anak sangat baik. Pada awal-awal masuk sekolah, bahkan ada yang ingin pulang dan belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun melalui pembinaan karakter dan penguatan moral yang terus dilakukan, mereka sekarang jauh berbeda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak siswa yang sebelumnya memiliki rasa percaya diri rendah dan kesulitan menyesuaikan diri, kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Tidak hanya lebih disiplin dan mandiri, sejumlah siswa juga mulai menorehkan berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Dudung, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan yang menggabungkan pembelajaran formal dengan pembinaan karakter mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
“Melalui pendidikan karakter terutama moral kepada mereka, akhirnya sekarang sudah jauh berbeda. Bahkan ada yang sudah berprestasi. Ini menunjukkan bahwa jika diberikan kesempatan dan pembinaan yang baik, anak-anak ini memiliki potensi yang luar biasa,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Dudung juga memastikan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi dengan baik. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas penunjang secara gratis, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan makan sehari-hari, makanan tambahan, perlengkapan sekolah, hingga seragam lengkap.
“Semua kebutuhan dipenuhi di sini. Baik makan, snack, sarana-prasarana, termasuk seragam dari ujung kaki sampai ujung rambut. Semua disiapkan negara agar anak-anak bisa fokus belajar dan mengembangkan diri,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu terobosan pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin tetap memperoleh hak pendidikan yang setara. Melalui konsep pendidikan berasrama, siswa mendapatkan pendampingan secara menyeluruh selama 24 jam, baik dalam aspek akademik, pembentukan karakter, kesehatan, maupun pengembangan bakat dan minat.
Selain mendapatkan pendidikan formal, para siswa juga dibiasakan menjalani pola hidup disiplin, menjaga kebersihan, membangun kemandirian, serta mengembangkan kemampuan sosial. Harapannya, mereka tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing.
Dudung menegaskan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, Presiden ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena faktor ekonomi. Negara hadir untuk menjamin seluruh anak bangsa memperoleh hak yang sama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Ini harapan besar Bapak Presiden Prabowo. Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang tidak sekolah. Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan pemerintah harus hadir memastikan hak itu terpenuhi,” ujarnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Malang sendiri diharapkan menjadi salah satu model pendidikan inklusif yang mampu mencetak generasi unggul sekaligus menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang lebih percaya diri, berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan berbagai fasilitas yang disediakan serta sistem pembinaan yang komprehensif, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang harapan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Dari sekolah inilah pemerintah berharap lahir generasi baru yang mampu mengubah nasib keluarga dan menjadi penggerak pembangunan bangsa di masa mendatang.




















