Pendidikan

UNIRA Malang Perkuat Hilirisasi Riset, Inovasi Kampus Diarahkan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

6
×

UNIRA Malang Perkuat Hilirisasi Riset, Inovasi Kampus Diarahkan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Share this article
UNIRA Malang Perkuat Hilirisasi Riset, Inovasi Kampus Diarahkan Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat memberikan sambutannya di Pekan Riset 2026, yang digelar UNIRA Malang.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.idUniversitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui gelaran Pekan Riset 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, 8–13 Juni 2026, menjadi wadah strategis untuk mempertemukan hasil penelitian akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Mengusung tema “Bridging Academic Excellence with Social Innovation”, Pekan Riset 2026 menghadirkan berbagai agenda ilmiah, mulai dari diskusi publik, webinar, seminar nasional, Innovation & Service Summit, hingga Technology Innovation Showcase.

Puncak kegiatan digelar pada, Sabtu (13/6/2026), dengan menampilkan beragam hasil riset, inovasi teknologi, dan program pengabdian masyarakat karya dosen serta mahasiswa UNIRA Malang.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, perwakilan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai perguruan tinggi, Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, mitra strategis, serta sivitas akademika UNIRA Malang.

Rektor UNIRA Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan ekosistem riset merupakan langkah penting untuk memastikan perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan harus mampu menjawab berbagai persoalan riil yang dihadapi masyarakat dan menjadi solusi yang dapat diimplementasikan.

“Puncak kegiatan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat ekosistem riset yang telah dibangun di seluruh fakultas. Riset harus hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan riset yang berdampak membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix maupun hexahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam, lanjutnya, UNIRA Malang berkomitmen menghadirkan kemaslahatan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib menilai berbagai karya inovasi yang dipamerkan dalam Pekan Riset 2026 memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor unggulan Kabupaten Malang, seperti pertanian tebu, kopi, kakao, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia mendorong agar hasil penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UNIRA Malang dapat dipresentasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga berpeluang untuk diuji dan diimplementasikan dalam program pembangunan daerah.

“Banyak inovasi yang lahir dari kampus dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, perlu ada sinergi agar hasil riset tidak berhenti di ruang akademik, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya memastikan inovasi mampu memberikan manfaat yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan inovasi tidak hanya harus meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga perlu membuka akses yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan pembangunan dan mengurangi kesenjangan sosial.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk memastikan bahwa inovasi yang lahir dapat memberikan manfaat yang merata dan mendukung pembangunan yang berkeadilan,” ujar Emil.

Selain seminar dan pameran hasil penelitian, puncak Pekan Riset 2026 juga diramaikan dengan Bazar Inovasi MKWU Kewirausahaan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil riset kampus sekaligus mendorong dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *