Daerah

Kawal Pokir di Tasikmadu, Ginanjar Pastikan 198 Tong Sampah dan 2 Komposter Direalisasikan

14
×

Kawal Pokir di Tasikmadu, Ginanjar Pastikan 198 Tong Sampah dan 2 Komposter Direalisasikan

Share this article
Kawal Pokir di Tasikmadu, Ginanjar Pastikan 198 Tong Sampah dan 2 Komposter Direalisasikan
Anggota DPRD Kota Malang Komisi D, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST., MT., mengenakan baju biru tua, saat melakukan pengawasan realisasi pengadaan barang melalui pokok-pokok pikiran (pokir) masyarakat di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

Sudutkota.id – Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi D, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST., MT., melakukan fungsi pengawasan terhadap realisasi pengadaan barang melalui pokok-pokok pikiran (pokir) masyarakat di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (11/8/2026).

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan program yang berasal dari aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap pengusulan dan penganggaran, tetapi benar-benar terealisasi serta sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

Dalam realisasi pokir di wilayah tersebut, perhatian cukup besar diberikan terhadap sarana pengelolaan sampah. Berdasarkan keterangan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, terdapat 196 unit tong sampah karet dan 2 unit tong sampah fiber tiga pilah sampah. Dengan demikian, jumlah tong sampah yang direalisasikan mencapai 198 unit.

Selain tong sampah, juga terdapat 2 unit tong komposter yang diperuntukkan mendukung pengolahan sampah organik. Sementara untuk mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat, turut direalisasikan 30 unit kursi.

Jika dihitung sebagai keseluruhan sarana persampahan, terdiri dari 198 tong sampah dan 2 unit komposter, sehingga terdapat 200 unit sarana pengelolaan sampah.

Ginanjar mengatakan, realisasi tersebut merupakan bagian dari proses pengawalan aspirasi masyarakat melalui pokir DPRD. Fungsi pengawasan diperlukan agar barang yang direalisasikan benar-benar sesuai dengan usulan serta dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Fungsi kami tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan realisasinya. Apa yang menjadi kebutuhan warga dan sudah masuk melalui pokir harus kita lihat langsung pelaksanaannya,” ujar Ginanjar

Menurut Ginanjar, keberadaan ratusan tong sampah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Terlebih, sebanyak 2 unit tong fiber tiga pilah dapat mendukung sistem pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Sementara 196 tong sampah karet dapat ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan sarana penampungan sampah di lingkungan masyarakat.

“Harapannya fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan. Jangan hanya tersedia, tetapi juga digunakan dan dirawat bersama oleh masyarakat,” katanya.

Keberadaan 2 unit komposter juga dinilai penting karena dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik yang dibuang. Pengelolaan sampah organik di tingkat lingkungan diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Ginanjar menilai, persoalan sampah harus ditangani mulai dari sumbernya. Pemilahan dan pengolahan sejak tingkat rumah tangga maupun lingkungan menjadi salah satu langkah yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Politisi tersebut menegaskan, keberhasilan program pokir tidak semata-mata diukur dari terealisasinya pengadaan barang. Lebih dari itu, manfaat barang yang diberikan kepada masyarakat menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Karena itu, pengawasan di lapangan dilakukan untuk melihat kesesuaian antara aspirasi yang disampaikan masyarakat dengan barang yang akhirnya direalisasikan.

“Yang paling penting adalah manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Barang yang direalisasikan harus sesuai kebutuhan dan benar-benar digunakan untuk kepentingan warga,” tegas Ginanjar.

Selain sarana persampahan, realisasi 30 unit kursi juga menjadi bagian dari pengadaan melalui pokir di lokasi tersebut. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan masyarakat di lingkungan Kelurahan Tasikmadu.

Ginanjar berharap masyarakat ikut menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah direalisasikan. Sebab, keberlanjutan manfaat program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai pengguna.

“Ini bentuk pengawalan terhadap aspirasi masyarakat. Setelah terealisasi, tentu kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan dan merawatnya dengan baik,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *