Nasional

Harga Avtur Tekan Tiket Pesawat, Syarif Fasha Soroti Beban Pajak

9
×

Harga Avtur Tekan Tiket Pesawat, Syarif Fasha Soroti Beban Pajak

Share this article
Harga Avtur Tekan Tiket Pesawat, Syarif Fasha Soroti Beban Pajak
Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha saat menyampaikan pandangan terkait harga avtur dan dampaknya terhadap biaya penerbangan serta harga tiket pesawat, di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.(Sudutkota.id/Dok. DPR)

JAKARTA, Sudutkota.id – Harga penerbangan yang semakin mahal berpotensi mengubah pilihan masyarakat dalam bepergian. Ketika biaya penerbangan naik, transportasi darat menjadi alternatif yang semakin menarik, terutama di tengah meluasnya jaringan jalan tol.

Kondisi ini membuat harga avtur tidak hanya menjadi persoalan industri penerbangan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan konektivitas udara.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha menilai struktur harga avtur perlu dievaluasi karena ikut membentuk biaya yang harus ditanggung maskapai dan pada akhirnya penumpang. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berada pada biaya pengolahan avtur, tetapi juga pada komponen pajak yang dikenakan.

“Nah, ini jadi bahan kami juga di Komisi XII dengan perhatiannya agar nanti terkait mengenai masalah avtur. Karena kita ini memang yang mahal itu bukan pengolahan avtur, pajaknya itu yang mahal,” ujar Syarif, Senin (5/10/2026).

Beban tersebut dinilai perlu dilihat secara menyeluruh karena harga avtur menjadi salah satu bagian dari biaya operasional penerbangan. Jika komponen biaya semakin tinggi, tekanan terhadap harga tiket juga dapat meningkat dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan masyarakat untuk tetap memilih transportasi udara.

Karena itu, Syarif meminta kebijakan perpajakan terhadap avtur ikut dievaluasi. Ia menilai Kementerian Keuangan perlu melihat dampak struktur pajak tersebut terhadap industri penerbangan, terutama ketika konektivitas udara tetap dibutuhkan untuk menghubungkan berbagai daerah.

“Jadi, avtur itu selain PPN ada lagi pajak-pajak yang lain. Nah, ini yang mesti dibenerin. Keuangan juga harus mengerti masalah ini,” katanya.

Persoalan harga tiket kemudian tidak berhenti pada kemampuan masyarakat membeli perjalanan udara. Jika penerbangan semakin mahal, masyarakat dapat beralih menggunakan jalur darat yang kini semakin mudah diakses melalui jaringan jalan tol. Pergeseran tersebut berpotensi mengurangi jumlah penumpang pesawat dan berdampak pada aktivitas bandara.

“Jangan sampai menjadi komoditas untuk penerbangan ini. Karena apa? Karena kalau penerbangan ini mahal, maka orang akan lebih memilih lewat jalan darat. Apalagi sudah banyak tol saat ini,” ujarnya.

Syarif mengingatkan, jika pergeseran itu terus terjadi, tingkat keterisian pesawat dapat menurun dan infrastruktur bandara yang telah disiapkan berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, menurutnya, evaluasi terhadap komponen harga avtur perlu menjadi perhatian agar biaya penerbangan tetap kompetitif dan pilihan masyarakat terhadap transportasi udara tidak semakin tergerus.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *