Nasional

Gantikan Hetifah, Agung Widyantoro Langsung Hadapi PR Besar Komisi X DPR

8
×

Gantikan Hetifah, Agung Widyantoro Langsung Hadapi PR Besar Komisi X DPR

Share this article
Gantikan Hetifah, Agung Widyantoro Langsung Hadapi PR Besar Komisi X DPR
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menyerahkan palu sidang, usai melantik Ketua Komisi X DPR, Agung Widyantoro yang baru di Komisi X DPR, Senayan.(Foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

JAKARTA, Sudutkota.id – Pergantian Ketua Komisi X DPR RI tidak sekadar menjadi perubahan di jajaran pimpinan. Agung Widyantoro kini langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah besar, mulai dari masa depan guru hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Agung resmi menggantikan Hetifah Sjaifudian sebagai Ketua Komisi X DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Pengukuhan berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menilai sektor pendidikan membutuhkan perhatian serius karena menyangkut arah pembangunan sumber daya manusia nasional. Karena itu, pergantian pimpinan diharapkan tidak mengganggu agenda strategis yang tengah berjalan di Komisi X.

Salah satu pekerjaan yang berada di depan mata adalah pembahasan RUU Sisdiknas. Cucun berharap pembahasan regulasi tersebut tetap berjalan tanpa mengabaikan agenda pembahasan APBN yang juga menjadi prioritas DPR pada masa persidangan ini.

“Ada PR-PR besar, terutama sekarang ini yang paling di depan mata terkait bagaimana dunia pendidikan ini, arahnya kita mau dibawa ke mana,” ujar Cucun.

Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah nasib guru serta tenaga kependidikan. Cucun meminta Komisi X tidak berhenti pada pembahasan, tetapi memastikan hasil pertemuan pimpinan DPR dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Kita ingin semua Komisi X juga nanti semua pimpinan ini menyikapi bagaimana tindak lanjut daripada pertemuan tersebut. Dan semua problematika tentang pendidikan ini, terutama tenaga pendidik dan kependidikan, bisa secara bertahap sudah bisa diselesaikan,” tegasnya.

Agung pun mengakui persoalan guru menjadi salah satu tantangan berat yang harus segera ditangani. Ia berharap penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu dekat, termasuk pada awal tahun mendatang.

“Nasib dan hari depan guru ini adalah PR berat kita. Dan insyaallah bisa selesai, mudah-mudahan di awal tahun selesai,” kata Agung.

Di sisi legislasi, Agung memastikan RUU Sisdiknas akan menjadi salah satu agenda yang dikawal Komisi X. Ia menyebut pembahasan regulasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pemerintah, tetapi juga menyangkut aspirasi guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“RUU Sisdiknas juga ini adalah mandat dari kawan-kawan guru, dosen, pendidik, dan tenaga pendidikan. Insyaallah teman-teman kompak untuk bisa kita selesaikan bersama-sama,” ujarnya.

Agung menegaskan kepemimpinannya akan dijalankan secara kolektif kolegial bersama pimpinan dan seluruh anggota Komisi X. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Hetifah atas pekerjaan yang telah dilakukan selama memimpin komisi dan berkomitmen melanjutkan berbagai capaian yang dinilai baik.

Sementara itu, Cucun menegaskan pergantian pimpinan Komisi X merupakan bagian dari dinamika internal DPR dan kewenangannya berada di masing-masing fraksi. Dengan kepemimpinan baru tersebut, ia berharap Komisi X dapat lebih cepat mendorong penyelesaian berbagai persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *