Sudutkota.id – Aksi dugaan pembacokan terhadap dua karyawan kios ayam menggemparkan warga Jalan Danau Jonge, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (23/5). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu diduga dipicu persoalan persaingan usaha antar pedagang ayam potong.
Pelaku yang diketahui juga berjualan ayam potong tidak jauh dari lokasi kejadian diduga nekat menyerang korban lantaran merasa sakit hati karena dagangannya sepi alias kalah saingan dengan kios tempat korban bekerja, yakni Kios Ayam Segar Tumpang cabang Madyopuro.
Kapolsek Kedungkandang Kompol M. Roichan mengatakan, usai menerima laporan kejadian, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan pencarian terhadap pelaku,” ujar Roichan, Minggu (24/5).
Upaya pengejaran membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.00 WIB, terduga pelaku berhasil diamankan tim gabungan Buser Polsek Kedungkandang bersama Satreskrim Polresta Malang Kota, tidak lama setelah kejadian berlangsung.
Pantauan di lokasi, kios ayam yang menjadi tempat kejadian perkara langsung dipasangi police line untuk kepentingan penyelidikan. Kondisi kios tampak kacau dengan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Papan nama dan meja dilaporkan rusak, sementara barang dagangan terlihat berserakan di lantai.
Seorang pedagang sembako di sekitar lokasi, Suparto, mengaku sempat mendengar keributan sebelum mengetahui adanya dugaan aksi pembacokan tersebut.
“Awalnya terdengar ribut dari luar. Saya keluar dan melihat seorang laki-laki membawa parang. Senjata tajam itu kemudian dilempar ke arah toko. Para karyawan kios yang jumlahnya empat orang langsung bersembunyi di dalam,” ungkapnya.
Menurut Suparto, pelaku juga sempat mengutarakan alasan emosinya yang diduga dipicu persaingan usaha.
“Pelaku bilang sejak ada kios Ayam Segar Tumpang, tempat jualannya jadi semakin sepi,” tambahnya.
Usai kejadian, warga kemudian mengecek kondisi para pekerja kios. Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat dugaan serangan tersebut. Satu korban mengalami luka cukup serius di bagian lengan kanan hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Sementara satu korban lainnya mengalami luka di bagian kaki.
Ketua RT 7/RW 11 Kelurahan Sawojajar, Supriyanto, membenarkan adanya peristiwa kekerasan tersebut. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui detail kronologi awal karena sedang berada di luar wilayah saat kejadian berlangsung.
Terpisah, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Kronologi lengkap berikut hasil penyelidikan akan disampaikan secara resmi.
“Untuk kronologi detail akan dirilis di Mako Polresta Malang Kota pada Senin (25/5) siang,” ujar Lukman.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif pasti dugaan penganiayaan tersebut, termasuk kemungkinan kuat adanya unsur persaingan usaha yang memicu aksi kekerasan.




















