Sudutkota.id – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera selama puluhan jam memicu sorotan tajam dari Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Gangguan yang melumpuhkan aktivitas masyarakat itu dinilai bukan sekadar persoalan teknis biasa, melainkan alarm serius atas rapuhnya sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman bencana, Sabtu (24/5).
Sultan mendesak PT PLN bersama kementerian terkait segera memulihkan seluruh pasokan listrik di wilayah terdampak. Menurutnya, pemadaman berkepanjangan telah mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari layanan publik, kegiatan usaha, hingga operasional fasilitas vital.
“Tentunya kami sangat prihatin dengan peristiwa pemadaman listrik yang terjadi. Kami mengapresiasi respons cepat PLN bersama Kementerian ESDM yang terus berkoordinasi guna memastikan pasokan listrik kembali pulih,” ujar Sultan dalam keterangannya.
Namun, di balik apresiasi tersebut, Sultan menegaskan agar pemerintah tidak lagi memandang insiden blackout sebagai kejadian insidental. Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menilai pemerintah dan PLN harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional yang dinilai masih rentan terhadap gangguan regional.
Ia menegaskan, sistem distribusi listrik antardaerah di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua perlu didesain ulang agar lebih adaptif dan memiliki sistem pengamanan berlapis. Menurutnya, ketergantungan pada jaringan regional tanpa cadangan energi lokal berpotensi memperbesar dampak ketika terjadi gangguan transmisi.
“Peristiwa ini menjadi alarm bagi kita agar pemerintah dan PLN secara bertahap segera melakukan shifting pada sumber pembangkit listrik alternatif, termasuk pola distribusi listrik di pulau-pulau besar yang bersifat regional,” tegasnya.
DPD RI juga mengusulkan agar pemerintah menyiapkan cadangan listrik berbasis Uninterruptible Power Supply (UPS) berskala besar di setiap daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas layanan publik ketika jaringan utama mengalami gangguan serius.
“Terutama pada fasilitas publik yang vital seperti rumah sakit, lembaga keuangan, dan industri manufaktur yang membutuhkan suplai listrik penuh. Tentunya kita semua tidak ingin peristiwa mati lampu mengganggu proses pelayanan publik dan stabilitas sosial ekonomi masyarakat di daerah,” katanya.
Di tengah situasi krisis tersebut, Sultan turut mengapresiasi masyarakat Sumatera yang tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada aparat TNI dan Polri yang melakukan pengamanan di wilayah terdampak pemadaman listrik massal.




















