Daerah

Disporapar Ungkap Fakta di Balik Tumpukan Sampah Gantangan Lowokdoro, Pengembangan Butuh Rp25 Miliar

15
×

Disporapar Ungkap Fakta di Balik Tumpukan Sampah Gantangan Lowokdoro, Pengembangan Butuh Rp25 Miliar

Share this article
Disporapar Ungkap Fakta di Balik Tumpukan Sampah Gantangan Lowokdoro, Pengembangan Butuh Rp25 Miliar
Suasana Gantangan Burung Lowokdoro, Kecamatan Sukun, Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menegaskan bahwa tumpukan sampah yang ditemukan di kawasan Gantangan Burung Lowokdoro, Kecamatan Sukun, bukan berasal dari aktivitas komunitas gantangan.

Akan tetapi sampah tersebut merupakan ulah oknum yang sengaja membuang limbah di lokasi tersebut.

Hal itu disampaikan Baihaqi saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, lokasi gantangan burung terpisah dari area yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ya itu kalau pembuangan sampah itu kan oknum ya. Kalau gantangan burungnya kan sendiri tempatnya. Untuk pembuangan sampah ini memang ada oknum yang sengaja membuang sampah di sana,” ujar Baihaqi.

Ia menjelaskan, Disporapar telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan setelah menerima laporan adanya tumpukan sampah. Dari hasil penelusuran, ditemukan indikasi adanya masyarakat atau oknum yang sengaja membuang sampah di kawasan tersebut.

“Sudah kami lakukan pengecekan. Ternyata memang ada masyarakat atau oknum yang sengaja membuang sampah di sana. Sudah kami cari dan Alhamdulillah saat ini masih dalam proses. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan agar tidak ada lagi pembuangan sampah di lokasi tersebut,” jelasnya.

Selain menangani persoalan kebersihan, Disporapar juga terus menyiapkan rencana pengembangan Gantangan Burung Lowokdoro agar menjadi arena yang lebih representatif. Baihaqi mengungkapkan, berdasarkan grand design yang telah disusun, kebutuhan anggaran pengembangan kawasan diperkirakan mencapai sekitar Rp25 Miliar hingga Rp30 Miliar.

Anggaran tersebut dibutuhkan untuk menyempurnakan berbagai fasilitas yang hingga kini masih belum tersedia secara optimal, seperti pembangunan pagar keliling, bangunan pendukung, pedok atau tempat istirahat burung, penghijauan kawasan, hingga pemerataan kontur lahan di bagian belakang arena.

Selain itu, pengembangan juga mencakup pavingisasi area parkir, penataan lahan agar lebih representatif, penambahan sarana gantangan yang mengikuti perkembangan teknologi, serta penanaman pohon untuk menciptakan lingkungan yang lebih teduh dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

Namun demikian, Baihaqi mengakui rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Untuk sementara, Disporapar belum mengalokasikan anggaran khusus bagi pengembangan kawasan tersebut.

“Sebenarnya kami ingin memaksimalkan Gantangan Burung Lowokdoro. Tetapi kembali lagi pada kemampuan anggaran daerah. Untuk sementara belum kami alokasikan, namun rencana pengembangannya tetap ada dan akan terus kami upayakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkas Baihaqi.

Dengan penanganan persoalan sampah yang kini tengah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup serta komitmen pengembangan kawasan, Pemerintah Kota Malang berharap Gantangan Burung Lowokdoro dapat menjadi sarana olahraga dan rekreasi yang lebih representatif sekaligus bebas dari praktik pembuangan sampah liar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *