Daerah

Jawa Timur Kuasai Lebih dari 50 Persen Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih, Jadi Indikator Ekonomi Desa Mulai Bergerak

13
×

Jawa Timur Kuasai Lebih dari 50 Persen Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih, Jadi Indikator Ekonomi Desa Mulai Bergerak

Share this article
Jawa Timur Kuasai Lebih dari 50 Persen Transaksi Nasional Koperasi Desa Merah Putih, Jadi Indikator Ekonomi Desa Mulai Bergerak
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau salah satu Koperasi Merah Putih.(foto:sudutkota.id/Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.idJawa Timur kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan ekonomi berbasis desa.

Provinsi ini menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar secara nasional pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan total transaksi mencapai Rp17,45 Miliar hingga 7 Juli 2026.

Berdasarkan data dashboard simkopdes.go.id, nilai tersebut setara dengan lebih dari separuh total transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 Miliar, menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan aktivitas ekonomi koperasi desa paling tinggi di Indonesia.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak lagi sebatas memenuhi aspek administrasi atau pembentukan kelembagaan, melainkan telah mulai menjalankan fungsi ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya nilai transaksi tersebut mencerminkan semakin hidupnya aktivitas ekonomi di tingkat desa melalui penguatan koperasi.

“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, hingga masyarakat yang bersama-sama membangun ekosistem ekonomi desa.

Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menuntaskan pembentukan badan hukum sebanyak 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Fondasi kelembagaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.

Khofifah menegaskan, fokus pengembangan koperasi kini bergeser dari tahap pembentukan menuju peningkatan kualitas dan keberlanjutan usaha.

Menurutnya, koperasi harus mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih membangun kemitraan dengan berbagai pelaku ekonomi lokal, mulai dari UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha desa yang saling mendukung dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Dengan semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis nilai transaksi akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan mendatang.

Khofifah berharap keberhasilan Jawa Timur menjadi pemimpin transaksi nasional dapat menjadi motivasi bagi seluruh koperasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas kegiatan usaha.

“Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” tuturnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *