Daerah

Diskopindag Kota Malang Siapkan Penanganan Tembok Retak Pasar Besar Malang, Tunggu Teknis PUPR

11
×

Diskopindag Kota Malang Siapkan Penanganan Tembok Retak Pasar Besar Malang, Tunggu Teknis PUPR

Share this article
Diskopindag Kota Malang Siapkan Penanganan Tembok Retak Pasar Besar Malang, Tunggu Teknis PUPR
Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari saat memberikan keterangan kepada awak media terkait rencana penanganan tembok retak di lantai 4 sisi timur Pasar Besar Matahari.(foto:sudutkota.mit)

Sudutkota.id – Menindaklanjuti rekomendasi Komisi B DPRD Kota Malang terkait tembok retak di lantai 4 sisi timur Pasar Besar Malang, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mulai menyiapkan langkah penanganan.

Proses tersebut akan dilakukan secara teknis dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan risiko baru.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan pembongkaran secara sembarangan. Diperlukan metode khusus serta penggunaan alat yang tepat agar proses penanganan tidak justru memperparah kondisi bangunan.

“Rekomendasi dari Komisi B tentu kami tindak lanjuti. Tapi untuk pembongkaran atau pencabutan itu ada tekniknya. Kita tidak bisa asal cabut, harus pakai alat supaya tidak membahayakan petugas maupun struktur bangunan,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, Diskopindag juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PUPR yang sebelumnya telah melakukan survei lapangan. Saat ini, pihaknya masih menunggu arahan teknis dari PUPR terkait langkah penanganan yang paling tepat.

“Dari PUPR kemarin sudah survei, tinggal kami menunggu kesiapan dan rekomendasi teknisnya seperti apa. Nanti penanganannya tentu harus sesuai dengan hasil kajian itu,” ujarnya.

Selain itu, Diskopindag juga berencana melakukan pembersihan di area sekitar titik retakan, termasuk pot dan elemen lain yang berpotensi menambah beban pada struktur. Namun, langkah tersebut tetap harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bagian bangunan lainnya.

“Yang jelas area sekeliling akan dibersihkan dulu, termasuk pot dan beban lainnya. Tapi tetap harus ada tekniknya, tidak bisa pakai cara manual sembarangan karena bisa membuat tembok makin rusak,” tegasnya.

Untuk waktu pelaksanaan, Luh Putu Eka menyebut pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan kondisi ini kepada pimpinan sebelum eksekusi dilakukan.

“Saya lapor dulu ke pimpinan untuk arahan lebih lanjut. Yang pasti ini akan segera ditindaklanjuti karena memang membahayakan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *