Sudutkota.id – Pemeriksaan menyeluruh terhadap ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember menemukan sejumlah persoalan serius. Salah satunya, masih banyak SPPG yang belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Bahkan, dalam temuan di lapangan, terdapat SPPG yang membuang limbah langsung ke sungai. Selain itu, sejumlah pengelola diketahui masih keliru membedakan antara SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) dan IPAL.
Temuan tersebut di antaranya ditemukan di beberapa SPPG di wilayah Kecamatan Panti. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Jember melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Jember Muhammad Fawait menerjunkan tim khusus yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pemeriksaan langsung ke seluruh SPPG di Jember. Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, PTSP, Dinas Tenaga Kerja, serta instansi terkait lainnya.
Sebagai bentuk komitmen pengawasan program MBG, Satgas MBG bentukan Pemkab Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) serentak di 31 kecamatan pada Jumat (29/5/2026).
Selain melakukan pemantauan di Kecamatan Panti, wartawan Sudutkota.id juga mengikuti monitoring dan evaluasi SPPG di Kecamatan Sukowono. Dalam kegiatan tersebut, Camat Sukowono Jono Wasinudin bersama jajaran muspika turun langsung mendampingi tim gabungan lintas instansi.
Tim tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Disnaker, Diskopumdag, PTSP, PerkimLH, Diskominfo, media, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, sekaligus menjamin kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak enam SPPG di Kecamatan Sukowono diperiksa secara menyeluruh. Keenam lokasi tersebut meliputi SPPG Jember Sukowono Sumberwringin, Sukowono, Sukosari, Sumberdanti, Baletbaru, serta Sukosari 02.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan mulai dari administrasi, kelayakan bangunan, fasilitas dapur, jaminan mutu dan keselamatan pekerja, hingga fasilitas IPAL. Selain itu, tim juga memastikan setiap SPPG dilengkapi sarana pendukung seperti CCTV, perangkat komputer, printer, dan jaringan wifi.
Camat Sukowono, Jono Wasinudin, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Jumat 29 Mei 2026, kita bersama muspika, para puskesmas sebagai Satgas MBG di kecamatan, bersama tim gabungan dari beberapa dinas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap enam SPPG di Sukowono,” ujarnya kepada wartawan Sudutkota.id.
Ia menjelaskan, hasil sidak menunjukkan sebagian besar tenaga kerja di dapur MBG berasal dari masyarakat sekitar lokasi SPPG. Hal tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi warga setempat.
“Kita melihat SDM yang ada, Alhamdulillah rata-rata berasal dari masyarakat lokal di sekitar dapur MBG. Kemudian kondisi bangunan juga sesuai checklist dan semuanya dinyatakan layak,” katanya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa fasilitas IPAL yang perlu mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Beberapa pengelola diketahui membuat sistem IPAL secara mandiri, meski secara umum masih dinilai layak dan memenuhi standar.
“Untuk IPAL memang ada beberapa yang perlu pembinaan khusus karena dibuat sendiri oleh pengelola, namun secara umum masih layak dan memenuhi standar,” tambahnya.
Jono mengapresiasi kesiapan enam SPPG di Sukowono dalam mendukung program MBG. Menurutnya, kualitas pelayanan dan mutu menu menjadi poin utama yang ditekankan pemerintah daerah.
“Hasil yang diharapkan adalah menu yang disajikan bermutu sesuai standar dan disenangi masyarakat. Ini yang sebenarnya diharapkan oleh Gus Bupati,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan SPPG mampu mendukung terciptanya generasi emas Indonesia menuju tahun 2045.
“Gus Bupati berharap dengan adanya SPPG, khususnya di Sukowono dan Jember pada umumnya, generasi penerus bisa terlayani dengan baik sehingga ke depan menuju tahun 2045 dapat terbentuk generasi emas,” pungkasnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Sukowono berharap jumlah SPPG terus bertambah agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis semakin merata dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.




















