Daerah

Sapi Kurban Presiden RI Seberat 1 Ton di Kota Malang Mulai Dipotong, Hasilkan 516 Paket Daging

16
×

Sapi Kurban Presiden RI Seberat 1 Ton di Kota Malang Mulai Dipotong, Hasilkan 516 Paket Daging

Share this article
Proses pemotongan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia jenis Angus persilangan bernama “Blackjack” berbobot 1 ton 76 kilogram di Rumah Potong Hewan Kota Malang, Kamis (28/5). (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Malang tahun ini terasa istimewa. Pasalnya, bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa sapi raksasa jenis Angus persilangan bernama Blackjack dengan bobot mencapai 1 ton 76 kilogram, mulai dilakukan pemotongan pada Kamis (28/5) sekitar pukul 08.15 WIB di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang.

Sapi berukuran jumbo tersebut menjadi perhatian banyak pihak lantaran ukurannya yang fantastis. Jika tahun lalu Kota Malang menerima sapi jenis Simental, maka pada Iduladha tahun ini giliran sapi jenis Angus persilangan yang dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI untuk masyarakat Kota Malang.

Proses penyembelihan dilakukan dengan pengawasan ketat tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang guna memastikan kondisi hewan benar-benar sehat dan layak konsumsi.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, drh Anton Pramujiono, memastikan sapi bantuan Presiden tersebut dalam kondisi prima sebelum dilakukan pemotongan.

“Alhamdulillah pada hari ini pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kami dari bidang peternakan dan kesehatan hewan menunjukkan kondisi sapi masih sehat dan layak untuk dipotong. Setelah ini akan kami lanjutkan pemeriksaan post-mortem untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Anton.

Anton mengatakan, bantuan sapi Presiden RI ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Kota Malang karena hasil dagingnya diperkirakan mampu menjangkau ratusan penerima manfaat.

“Pada kesempatan yang baik ini Kota Malang mendapatkan sapi bantuan Presiden. Jenisnya Angus dengan berat kurang lebih satu ton lebih sedikit. Harapan kami hasil penyembelihan ini dapat dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima,” katanya.

Dari sapi berbobot lebih dari satu ton itu, diperkirakan akan menghasilkan sekitar 516 paket daging kurban yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat.

Tak hanya memastikan kondisi sapi bantuan Presiden, Dispangtan Kota Malang juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Anton menjelaskan, langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal tahun 2026 melalui vaksinasi terhadap ratusan hewan ternak.

“Alhamdulillah Kota Malang mendapatkan jatah vaksinasi. Pencegahan sudah kami lakukan sejak Januari, kurang lebih sudah 800-an hewan ternak tervaksin,” jelasnya.

Ia memastikan hingga kini hewan ternak di Kota Malang masih terbebas dari penyakit antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sementara kasus PMK yang masih ditemukan di sejumlah daerah, menurutnya tetap dalam kondisi terkendali.

“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” tegas Anton.

Selain sapi, pengawasan juga dilakukan terhadap kambing yang dijual sebagai hewan kurban. Beberapa penyakit yang biasa ditemukan pada kambing antara lain pink eye, orf atau luka di bagian mulut, serta scabies.

Anton berharap bantuan hewan kurban dari Presiden RI ke depan dapat menjangkau lebih banyak masjid di Kota Malang.

“Harapannya tidak hanya di satu masjid saja, tetapi nantinya juga bisa diberikan ke masjid-masjid lain setiap tahunnya. Nanti akan dikoordinasikan dengan bagian Kesra terkait lokasi penerimanya,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *