Sudutkota.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatatkan prestasi membanggakan dengan memborong dua penghargaan sekaligus dalam bidang tata kelola data dan statistik sektoral.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kota Malang, Moh. Sulthon, saat apel pagi di halaman Balai Kota Malang, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan Bapenda Kota Malang, instansi tersebut berhasil meraih Juara Harapan II SATA (Satu Data) Awards 2026 serta Juara Harapan I Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Terbaik.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Bapenda tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga serius membangun tata kelola data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
SATA Awards merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota Malang kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mampu mengimplementasikan prinsip Satu Data Indonesia melalui penyediaan data sektoral yang berkualitas, mutakhir, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, penghargaan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) diberikan kepada perangkat daerah yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan kebijakan.
Plt Kepala Bapenda Kota Malang, Moh. Sulthon, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bapenda dalam memperkuat budaya kerja berbasis data.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data. Data bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan dan mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujar Sulthon saat dikonfirjasi Sudutkota.id, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, penguatan sistem data menjadi kebutuhan mendesak di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan.
Karena itu, Bapenda terus melakukan pembaruan basis data wajib pajak, memperkuat integrasi sistem informasi, serta mengembangkan layanan perpajakan berbasis digital agar pengelolaan pendapatan daerah semakin transparan dan akuntabel.
“Dengan data yang valid dan terbarukan, kami dapat memetakan potensi pajak secara lebih akurat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Sulthon menegaskan, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan tantangan untuk terus meningkatkan kualitas data sektoral dan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya data sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.
Menurutnya, pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan apabila seluruh program pemerintah disusun berdasarkan data yang valid, terukur, dan terintegrasi.
Penghargaan yang diraih Bapenda Kota Malang menjadi bukti bahwa transformasi digital pemerintahan tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan data yang berkualitas untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan capaian ini, Bapenda diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak implementasi Satu Data Indonesia di Kota Malang sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.




















