Nasional

Tawaran Kerja Berujung Medan Perang, Amelia Anggraini Minta Jalur Perekrutan WNI Ditelusuri

17
×

Tawaran Kerja Berujung Medan Perang, Amelia Anggraini Minta Jalur Perekrutan WNI Ditelusuri

Share this article
Tawaran Kerja Berujung Medan Perang, Amelia Anggraini Minta Jalur Perekrutan WNI Ditelusuri
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, meminta pemerintah menelusuri dugaan perekrutan WNI ke militer Rusia serta memperketat pengawasan tawaran pekerjaan di luar negeri.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Tawaran pekerjaan di luar negeri yang diduga berujung pada keterlibatan warga Indonesia dalam perang Rusia-Ukraina menjadi persoalan serius perlindungan warga negara.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, meminta pemerintah menelusuri jalur perekrutan setelah Muhammad Taufiq (48), warga Indonesia, dilaporkan tewas saat bergabung dengan militer Rusia.

Amelia menilai kematian Taufiq perlu menjadi bahan evaluasi pengawasan terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri. Terlebih, muncul informasi bahwa korban sebelumnya mencari pekerjaan, sehingga proses yang membawanya bergabung dengan militer asing perlu ditelusuri.

“Saya tentu menyampaikan keprihatinan atas informasi mengenai WNI yang dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti proses latihan bersama militer Rusia dalam waktu yang relatif singkat. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri,” kata Amelia kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar, terutama jika perusahaan perekrut, jenis pekerjaan, dan proses penempatannya tidak transparan.

“Kita perlu melihat persoalan ini secara menyeluruh. Mengapa warga negara kita bisa sampai terlibat dalam perekrutan untuk bergabung dengan militer negara lain? Ini bukan sekadar persoalan keberangkatan seseorang ke luar negeri, tetapi juga menyangkut bagaimana warga negara mendapatkan informasi yang benar sebelum mengambil keputusan yang berisiko terhadap keselamatan dirinya,” ujarnya.

Amelia juga mengaitkan kasus tersebut dengan pemberitaan sebelumnya mengenai warga Natuna yang berangkat ke Rusia dengan informasi pekerjaan di bidang logistik, tetapi kemudian diduga terlibat dalam situasi perang. Kemiripan informasi dari kedua kasus itu, menurutnya, perlu ditelusuri untuk mengetahui apakah terdapat pola perekrutan yang sama.

“Kita melihat ada pola yang perlu diwaspadai, yakni tawaran pekerjaan sipil, janji penghasilan besar, kemudian dugaan perubahan penugasan yang sangat jauh dari pekerjaan awal,” tambahnya.

Karena itu, Amelia mendorong Kementerian Luar Negeri mengambil langkah proaktif untuk memverifikasi informasi perekrutan, dugaan penahanan paspor, serta kabar kematian yang diterima keluarga.

Ia juga meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat pengawasan legalitas penempatan serta memastikan informasi lowongan kerja dan perusahaan perekrut dapat diperiksa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *