JAKARTA, Sudutkota.id – Limbah rumah tangga dan sisa makanan berpotensi menjadi bahan baku pupuk organik jika dikelola dengan tepat.
Untuk mendukung pemanfaatan tersebut, anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, menyerahkan 36 mesin pencacah limbah kepada 36 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Trenggalek.
Penyerahan bantuan berlangsung di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Rabu (29/10/2026), dalam kegiatan penguatan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek. Mesin tersebut diharapkan membantu kelompok tani mengolah limbah organik menjadi pupuk untuk lahan pertanian.
Novita, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari upayanya mendukung penggunaan pupuk organik. Pengolahan limbah di tingkat masyarakat diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi kelompok tani.
“Hari ini kami juga berkesempatan menyerahkan bantuan mesin pencacah limbah, sebagai bentuk komitmen saya mendukung kelompok-kelompok tani ini agar memanfaatkan pupuk organik untuk menyuburkan seluruh lahan lahan pertaniannya,” ujarnya
Menurut Novita, bahan organik dari sisa makanan rumah tangga maupun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat diolah agar memiliki nilai guna. Pemanfaatannya sebagai pupuk juga diharapkan membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung kegiatan pertanian.
“baik untuk menanam padikah, menanam buah dan sebagainya. Karena pupuk organik terbukti lebih efektif. Karena sampah-sampah yang dihasilkan dari limbah makanan rumah tangga, maupun limbah makanan di dapur-dapur SPPG ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya bagi kelompok tani, menjadi pupuk dan juga bermanfaat menjadi nilai-nilai ekonomis,” imbuhnya.
Bantuan tersebut membuka peluang bagi KWT untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang berguna bagi pertanian. Namun, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada penggunaan mesin, ketersediaan bahan baku, serta pendampingan pengolahan yang tepat.
“Hari ini saya menyerahkan 36 mesin pencacah. Semoga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang menggunakan sampah-sampah ini menjadi pupuk organik,” tambahnya.





















