Daerah

PWI Sampang Akan Laporkan Oknum yang Mencatut Nama Organisasi untuk Pemerasan

19
×

PWI Sampang Akan Laporkan Oknum yang Mencatut Nama Organisasi untuk Pemerasan

Share this article
PWI Sampang Akan Laporkan Oknum yang Mencatut Nama Organisasi untuk Pemerasan
Ketua PWI Sampang, Hanggara Pratama.(Sudutkota.id/Habibi)

SAMPANG, Sudutkota.id – Terima berbagai laporan catut nama organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Madura, tidak akan tinggal diam terhadap dugaan praktik intimidasi dan pemerasan tersebut.

Ketua PWI Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama beserta anggota geram saat menerima sejumlah laporan mengenai oknum yang diduga mengintimidasi pihak sekolah dengan mencari-cari kesalahan dan meminta sejumlah uang.

“Ini sudah mencoreng nama baik organisasi kami. Perbuatan tersebut sangat merugikan nama baik PWI Sampang sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan,” tegasnya Hanggara, Jumat (23/10/2026).

Diduga yang menjadi sasaran operasi penipuan yang mengatasnamakan Organisasi PWI Sampang ini, di antaranya sejumlah sekolah yang tak menutup kemungkinan perbuatan tersebut dilakukan dan menyasar tempat lainnya.

“Untung saja sebagian dari pihak sekolah memilih melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Sampang, sehingga dugaan permintaan uang tersebut tidak berlanjut dan memberikan informasi yang jelas terhadap pihak kami,” jelasnya.

Dimana perbuatan pemerasan dan penipuan tersebut dilakukan oknum pers yang tidak jelas kualitasnya guna merusak citra dan nama baik PWI Sampang.

Persoalan terbaru, lanjut dia, kembali mencuat setelah seorang pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menghubunginya untuk mengonfirmasi dugaan intimidasi terkait persoalan pembelian seragam.

Dalam laporan yang diterimanya, oknum tersebut diduga meminta uang damai hingga jutaan rupiah setelah mempermasalahkan pembelian seragam.

“Beruntung dugaan praktik itu tidak berlanjut setelah pihak Dinas Pendidikan melakukan konfirmasi langsung kepada saya,” terangnya.

Hanggara menegaskan, PWI Sampang merasa dirugikan apabila nama organisasi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menekan instansi maupun lembaga pendidikan demi memperoleh keuntungan pribadi.

Dengan begitu, pihaknya membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila praktik serupa terus terjadi dan ditemukan bukti yang cukup.

“Saya tidak akan segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ada oknum yang terus mencatut nama PWI Sampang untuk melakukan intimidasi maupun dugaan pemerasan. Kami tidak ingin nama baik organisasi dirusak oleh perbuatan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Hanggara, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut nama baik PWI Sampang, melainkan juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap insan pers secara luas.

Profesi wartawan seharusnya dijalankan secara profesional dengan mengedepankan prinsip jurnalistik, bukan dijadikan alat untuk menekan pihak tertentu demi memperoleh uang.

Pihaknya juga mengimbau seluruh instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, serta pihak lain di Kabupaten Sampang dan wilayah Madura agar tidak terburu-buru menanggapi pihak yang mengaku sebagai anggota atau membawa nama PWI Sampang.

“Kami berharap setiap instansi, sekolah, maupun OPD melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Sampang apabila ada pihak yang mengatasnamakan organisasi. Langkah ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh dugaan praktik intimidasi maupun pemerasan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *