JOMBANG, Sudutkota.id – Dua ruas jalan di Kabupaten Jombang mulai dibenahi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang melakukan perbaikan di Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Kemuning.
Perbaikan jalan Jombang tersebut meliputi penguatan bahu jalan menggunakan beton serta peningkatan kualitas permukaan jalan dengan overlay hotmix.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi mengatakan, pekerjaan di Jalan Mayjend Sungkono memiliki masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Salah satu pekerjaan utama di ruas tersebut yakni perkerasan bahu jalan menggunakan beton.
“Penguatan bahu jalan dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan tepi badan jalan, sekaligus mengurangi potensi kerusakan akibat beban kendaraan dan pengaruh lingkungan,” kata Bustomi, Kamis (24/9/2026).
Sementara itu, pekerjaan di Jalan Kemuning berlangsung selama 75 hari kalender. Selain penguatan bahu jalan dengan beton, permukaan jalan juga mendapat overlay hotmix untuk meningkatkan kualitas perkerasan.
“Sehingga dapat memberikan pelayanan lalu lintas yang lebih baik,” imbuhnya.
Pekerjaan di kedua ruas jalan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi eksisting serta kebutuhan teknis di lapangan.
Tahapan pekerjaan meliputi persiapan permukaan, perbaikan pada bagian yang diperlukan, penghamparan material hingga proses pemadatan.
Selama proses perbaikan Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Kemuning, pengaturan lalu lintas diterapkan karena kedua ruas jalan masih digunakan masyarakat.
Keberadaan alat berat, material, pekerja dan area pekerjaan membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas. Pada sejumlah titik, penutupan sementara juga dilakukan dan pengguna jalan diarahkan menggunakan jalur alternatif.
“Pengguna Jalan Mayjend Sungkono dari arah barat menuju Jombang kota maupun sebaliknya dapat menggunakan jalur Pulolor-Tunggorono,” paparnya.
Sedangkan pengguna Jalan Brigjen Kretarto yang hendak menuju pusat kota dapat mempertimbangkan jalur Sambongdukuh-Candimulyo untuk menghindari pekerjaan di Jalan Kemuning.
Bustomi menegaskan, pekerjaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga kualitas konstruksi dan keselamatan masyarakat.
“Jadi setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan teknis dan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat. Karena itu, pengaturan lalu lintas dan koordinasi di lapangan menjadi bagian penting selama pekerjaan berlangsung,” ujarnya.
Dinas PUPR Jombang mengimbau pengguna jalan untuk mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas serta tidak menerobos area pekerjaan.
“Dengan penguatan bahu jalan dan peningkatan kualitas perkerasan, dua ruas jalan di Jombang tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan lalu lintas yang lebih baik setelah seluruh pekerjaan rampung,” pungkasnya.





















