Daerah

Bukan Sekadar Studi, Tugu Tirta Malang Bagikan Strategi Tekan Air Tak Berekening di Forum Internasional

18
×

Bukan Sekadar Studi, Tugu Tirta Malang Bagikan Strategi Tekan Air Tak Berekening di Forum Internasional

Share this article
Bukan Sekadar Studi, Tugu Tirta Malang Bagikan Strategi Tekan Air Tak Berekening di Forum Internasional
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo saat menjadi narasumber International Webinar Series yang membahas pembelajaran pengelolaan Non-Revenue Water (NRW) dari berbagai negara.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Persoalan Non-Revenue Water (NRW) atau air tak berekening menjadi salah satu tantangan penting dalam pengelolaan perusahaan air minum. Bukan hanya soal kebocoran pipa, NRW juga mencakup air yang telah diproduksi tetapi tidak tercatat sebagai konsumsi yang menghasilkan pendapatan.

Pengalaman Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dalam menekan kehilangan air tersebut mendapat ruang di forum internasional.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menjadi salah satu narasumber dalam International Webinar Series yang membahas pengalaman berbagai negara dalam pengelolaan NRW.

Kegiatan tersebut digelar, pada Rabu (2/9/2026) siang, dengan mengangkat tema “Non-Revenue Water (NRW) Management: Country Experiences, Challenges, and Effective”.

Priyo hadir mewakili Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Ketua PD PERPAMSI Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/9/2026), Priyo menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai strategi dalam mengendalikan air yang tidak menghasilkan pendapatan.

Keterlibatan Tugu Tirta dalam forum tersebut tidak terlepas dari perhatian perusahaan terhadap pengendalian NRW sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan air minum.

Selama ini, penanganan NRW di Tugu Tirta tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan teknis terhadap kebocoran jaringan. Pemetaan jaringan, akurasi pengukuran, pemantauan distribusi, pendeteksian kehilangan air hingga pengelolaan data menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian.

Pengalaman tersebut juga telah dibagikan Tugu Tirta dalam berbagai forum dan kegiatan pertukaran pengetahuan dengan pengelola air minum daerah lainnya.

Pada 2025, misalnya, Tugu Tirta melakukan kunjungan sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan NRW dan pemanfaatan teknologi QGIS dalam pengelolaan jaringan air minum.

Teknologi pemetaan tersebut dapat membantu pengelola memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai posisi dan kondisi jaringan. Dengan dukungan data, potensi gangguan maupun kehilangan air dapat ditelusuri dan ditangani secara lebih terarah.

NRW sendiri merupakan air yang masuk ke dalam sistem penyediaan air, tetapi tidak tercatat sebagai air yang menghasilkan pendapatan. Kehilangan tersebut dapat berasal dari kehilangan fisik, seperti kebocoran jaringan, maupun kehilangan komersial, seperti ketidakakuratan meter pelanggan atau penggunaan air yang tidak tercatat.

Karena itu, menekan NRW bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan sistem yang mampu menghubungkan data produksi, distribusi, jaringan hingga konsumsi pelanggan secara lebih akurat.

Semakin besar volume air produksi yang berhasil sampai kepada pelanggan dan tercatat secara tepat, semakin tinggi pula efisiensi yang dapat dicapai perusahaan.

Pengendalian NRW juga memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pelayanan. Efisiensi kehilangan air memungkinkan perusahaan mengoptimalkan sumber daya yang sudah tersedia tanpa selalu menjadikan penambahan kapasitas produksi sebagai satu-satunya solusi.

Di forum internasional tersebut, pengalaman Tugu Tirta menjadi bagian dari proses pertukaran pengetahuan. Artinya, Kota Malang tidak hanya datang untuk belajar dari pengalaman pengelola air minum negara lain, tetapi juga membawa praktik dan pengalaman yang telah dikembangkan di daerah sendiri.

Langkah tersebut memperkuat posisi Tugu Tirta dalam berbagi pengalaman terkait pengelolaan air minum, mulai dari pengendalian NRW, pemanfaatan teknologi pemetaan jaringan hingga pengembangan konsep Smart Water City.

Bagi Tugu Tirta, tantangan pengelolaan air ke depan bukan hanya memastikan ketersediaan air bagi masyarakat. Lebih dari itu, setiap tetes air yang diproduksi harus dapat dikelola secara efisien, terukur dan didistribusikan kepada pelanggan dengan tingkat kehilangan seminimal mungkin.

Forum internasional itu pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pengalaman pengelolaan air di Kota Malang dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dengan pengelola air minum dari berbagai wilayah dan negara.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *