BLORA, Sudutkota.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora mulai melakukan penyegaran kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
Penyegaran tersebut ditandai dengan kegiatan taaruf pengurus baru sekaligus Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) bagi calon ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Darul Musthofa, Desa Talok, Kecamatan Ngawen, Blora, Kamis (3/9/2026).
Ketua DPC PKB Blora sekaligus Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan proses UKK dilakukan sebagai bagian dari mekanisme untuk menentukan kepengurusan DPAC PKB yang baru.
Menurutnya, salah satu ketentuan yang diterapkan dalam regenerasi tersebut yakni batas usia maksimal 35 tahun bagi ketua PAC PKB.
“Hari ini acara taaruf pengurus yang baru dirangkai dengan acara UKK, yaitu uji kelayakan dan kompetensi untuk ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora. Sesuai aturan, untuk ketua PAC PKB ini usianya maksimal 35 tahun,” ujar Arief Rohman saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (3/9/2026).
Ia menyebut ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya PKB melakukan penyegaran sekaligus memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk masuk dalam struktur partai.
“Jadi dibutuhkan penyegaran dan perubahan yang kita lakukan hari ini,” katanya.
Arief menegaskan, sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB ke depan akan terus membangun sinergi dengan NU. Menurutnya, hubungan tersebut harus diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Blora.
“Intinya kita bahwa PKB ini dilahirkan oleh NU. Yang utama adalah bagaimana nanti ke depan kita bersinergi antara NU dan PKB untuk menumbuhkan manfaat bagi Kabupaten Blora,” jelasnya.
Selain melakukan regenerasi di tingkat kepengurusan, PKB Blora juga mulai membidik kelompok pemilih muda. Arief mengatakan kondisi demografi pemilih ke depan menunjukkan bahwa generasi muda akan menjadi kelompok penting dalam peta politik.
Karena itu, PKB ingin membangun citra sebagai partai yang memiliki kepedulian terhadap persoalan dan kebutuhan anak muda di Kabupaten Blora.
“Kita menyasar milenial dan demografi para pemilih ke depan rata-rata anak muda. Kita ingin menjadi partai yang peduli untuk anak-anak muda yang ada di Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Ia mengatakan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membuka ruang bagi anak muda yang memiliki kepedulian terhadap politik untuk bergabung dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Program tersebut, kata Arief, diharapkan tidak sekadar menjadi upaya menambah jumlah kader, tetapi juga mendorong munculnya generasi baru yang memahami politik sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Bagaimana kita merekrut anak-anak muda yang peduli dengan politik dan bisa berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan taaruf dan UKK tersebut turut dihadiri para ketua PAC serta jajaran pengurus PKB Kabupaten Blora.





















