SIDOARJO, Sudutkota.id – Pergantian pucuk pimpinan Fraksi PKB DPRD Sidoarjo menjadi sinyal kuat adanya penyegaran sekaligus konsolidasi politik di tubuh partai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029.
Hal tersebut dibacakan secara langsung oleh Sekretaris DPRD Sidoarjo dalam rapat paripurna, yang digelar pada Senin 31 Agustus 2026.
Posisi Ketua Fraksi PKB yang sebelumnya dijabat oleh Moch Dhamroni Chudlori, resmi berganti kepada Achmad Muzayyin. Sementara, M. Abud Asyrofi dipercaya sebagai Sekretaris Fraksi PKB.
Perubahan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan di internal parlemen. Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menyebut pergantian ini bagian dari regenerasi fraksi.
Pasalnya, dengan memberikan ruang lebih besar kepada kader muda yang dinilai lebih energik untuk memperkuat kerja-kerja fraksi sekaligus mengawal aspirasi masyarakat.
Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menegaskan perubahan struktur tersebut merupakan langkah strategis partai, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Ya, regenerasi saja,” singkat Rizza, ditemui usai rapat paripurna DPRD Sidoarjo.
Menurutnya, perombakan dilakukan adanya arahan DPW PKB Jawa Timur. Tidak hanya pergantian Ketua dan Sekretaris Fraksi saja, penyegaran struktur internal Fraksi PKB di tubuh anggota DPRD Sidoarjo secara keseluruhan.
Terkait penunjukan Achmad Muzayyin dan Abud Asyrofi, Kata Rizza bahwa hal tersebut didasari atas pertimbangan usia dan energi.
Pasalnya, keduanya dinilai mewakili generasi muda yang diharapkan mampu bekerja lebih aktif dan responsif di parlemen.
“Ini generasi baru dan muda, serta energik untuk membawa aspirasi dari teman-teman fraksi lebih semangat lagi,” terangnya.
Kendati demikian, fraksi PKB di DPRD Sidoarjo akan terus selalu untuk menjadi wadah yang responsif terhadap keluhan warga.
“Fraksi PKB di DPRD Sidoarjo bukan sebatas fungsi politik kelembagaan, melainkan saluran utama masyarakat dalam menyampaikan persoalan di lapangan,” jelasnya.
Disisi lain, Ia juga menyebut bahwa PKB selalu berkomitmen memperkuat citra sebagai partai yang modern dan tanggap, salah satunya melalui optimalisasi program serapan aspirasi.
“Hal ini sebagai langkah regenerasi sekaligus menegaskan arah politik DPC PKB Sidoarjo jelang Pemilu 2029,” tambahnya.
Sehingga, dengan menempatkan kader muda pada posisi kunci fraksi, PKB berharap dapat memperkuat mesin politik partai sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Ketika ada keluhan dan aspirasi dari bawah, harus segera direspons. Sama halnya dengan program Jumat Fraksi, aspirasi warga tidak hanya didengarkan, tetapi dicarikan solusi dan diselesaikan permasalahannya,” pungkasnya.





















