Nasional

Yashinta Dorong Anak Muda Tak Sekadar Jadi Penonton Kebijakan Publik

35
×

Yashinta Dorong Anak Muda Tak Sekadar Jadi Penonton Kebijakan Publik

Share this article
Yashinta Dorong Anak Muda Tak Sekadar Jadi Penonton Kebijakan Publik
Anggota DPD RI asal DIY, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega (tengah) berdialog dengan pelajar dalam kegiatan Jogja Youth Town Hall di Yogyakarta (Foto:sudutkota.id/dok. DPD RI)

Sudutkota.id – Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), R.A. Yashinta Sekarwangi Mega mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi penonton dalam proses kebijakan publik.

Menurutnya, pelajar perlu mulai berani menyampaikan aspirasi dan memahami persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.

Dorongan tersebut disampaikan Yashinta saat menggelar Jogja Youth Town Hall di SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 6 Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi Yashinta untuk berdialog langsung dengan pelajar sekaligus menyerap aspirasi mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Dari dialog tersebut, Yashinta melihat sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian, mulai dari kesehatan mental, keterbatasan fasilitas publik hingga kebutuhan terhadap lapangan kerja bagi generasi muda. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibicarakan oleh pemerintah dan parlemen tanpa melibatkan kelompok muda yang akan merasakan dampaknya.

“Melalui pendekatan kepada teman-teman muda, saya sadar bahwa generasi muda DIY masih memerlukan pengawasan khusus pada isu kesehatan mental, optimalisasi fasilitas publik, serta perluasan lapangan kerja,” ujar Yashinta.

Ia menilai keterlibatan anak muda dalam politik tidak harus dimulai dengan masuk ke partai politik atau menjadi pejabat publik. Kesadaran terhadap persoalan kebijakan dan keberanian menyampaikan aspirasi juga merupakan bentuk partisipasi politik yang penting. Karena itu, Yashinta memastikan ruang komunikasi dengan wakil rakyat terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar.

“Pentingnya ada perwakilan anak-anak muda dalam dunia parlemen. Fungsinya adalah supaya mampu menjadi jembatan teman-teman untuk dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Puteri Indonesia DIY 2025 Maharani Divaningtyas turut mendorong pelajar membangun kualitas diri dan jejaring sejak dini. Sementara Founder E-Waste Rafa Jafar mengajak generasi muda lebih bertanggung jawab terhadap sampah elektronik dengan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Yashinta menilai partisipasi generasi muda akan menjadi salah satu modal penting menuju Indonesia Emas 2045. Ia meminta pelajar tidak ragu menyampaikan persoalan yang mereka hadapi agar aspirasi tersebut dapat diteruskan melalui jalur parlemen.

“Untuk menemani proses teman-teman muda, jangan sungkan dan jangan ragu untuk menghubungi anggota dewan agar aspirasi teman-teman tidak hanya jadi pajangan dalam pikiran,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *