Nasional

Netty: Turunnya Pengangguran Belum Menjamin Tersedianya Pekerjaan Layak

35
×

Netty: Turunnya Pengangguran Belum Menjamin Tersedianya Pekerjaan Layak

Share this article
Netty: Turunnya Pengangguran Belum Menjamin Tersedianya Pekerjaan Layak
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menegaskan penurunan angka pengangguran harus diikuti penciptaan pekerjaan yang layak, produktif, dan memiliki perlindungan sosial.(Foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

Sudutkota.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penurunan angka pengangguran. Menurutnya, tantangan yang lebih besar adalah memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, dan memiliki perlindungan sosial.

Pernyataan itu disampaikan menyusul rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 turun menjadi 7,22 juta orang, atau berkurang sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

“Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama,” kata Netty dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Netty menilai indikator keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari jumlah orang yang bekerja. Ia menegaskan kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja,” ujarnya.

Netty menyoroti masih tingginya jumlah pekerja di sektor informal yang belum memperoleh jaminan sosial dan kepastian kerja. Karena itu, ia mendorong percepatan transformasi menuju lapangan kerja formal agar pekerja memiliki perlindungan yang lebih baik.

“Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut,” katanya.

Selain itu, Netty menilai tingginya pengangguran usia muda masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ia mendorong penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *