Nasional

KWP Ultimatum Deddy Sitorus Minta Maaf, Polemik Ucapan “Kayak Sirkus” Berujung Ancaman Laporan ke MKD

12
×

KWP Ultimatum Deddy Sitorus Minta Maaf, Polemik Ucapan “Kayak Sirkus” Berujung Ancaman Laporan ke MKD

Share this article
KWP Ultimatum Deddy Sitorus Minta Maaf, Polemik Ucapan "Kayak Sirkus" Berujung Ancaman Laporan ke MKD
Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) memberikan ultimatum 1x24 jam kepada anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.(foto:sudutkota.id/dok. Pribadi)

Sudutkota.id – Polemik antara Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) dan anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, memanas setelah ucapan “kayak sirkus” yang terlontar saat peliputan rapat Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (30/7/2026).

KWP menilai ucapan tersebut telah merendahkan profesi wartawan dan mengancam akan membawa persoalan itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra, mengatakan pihaknya memberikan waktu 1×24 jam kepada Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak dipenuhi, KWP akan menempuh jalur etik melalui MKD.

“Pada hari ini kami merasa dihina dan dilecehkan oleh anggota DPR RI. Ucapan yang menyatakan kami seperti gerombolan sirkus kami anggap sebagai bentuk pelecehan yang sangat luar biasa,” kata Erwin dalam konferensi pers.

Menurut Erwin, laporan tidak hanya akan disampaikan kepada MKD, tetapi juga ditembuskan kepada Fraksi PDI Perjuangan, DPP PDI Perjuangan, dan pimpinan DPR RI.

“Dalam waktu 1×24 jam, jika Saudara Deddy Sitorus tidak melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada kami teman-teman wartawan yang bertugas di DPR, kami akan melanjutkan laporan ini ke MKD,” tegasnya.

Erwin menegaskan langkah tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai upaya menjaga kehormatan profesi wartawan dan mencegah tindakan serupa terulang di lingkungan parlemen.

Peristiwa itu bermula ketika sejumlah wartawan meliput rapat Komisi II DPR RI. Saat Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memasuki ruang rapat, para jurnalis mengikuti untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut. Dalam situasi itu terdengar ucapan “kayak sirkus” yang kemudian memicu keberatan dari KWP karena dianggap ditujukan kepada wartawan.

Namun, Deddy Sitorus membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan ucapannya tidak ditujukan kepada wartawan, melainkan kepada tenaga ahli dan staf yang bergerombol di dalam ruang rapat meski telah disediakan tempat di balkon.

“Yang saya protes TA dan staf yang bergerombol di dalam padahal sudah disediakan tempat di balkon. Coba anda periksa rekamannya, ada nggak saya sebut wartawan? Jangan memfitnah!” ujar Deddy saat dikonfirmasi.

Deddy juga mengingatkan pentingnya prinsip verifikasi dalam kerja jurnalistik sebelum menarik kesimpulan atas suatu peristiwa.

“Sebagai wartawan baiknya lakukan check and re-check dulu sebelum bereaksi,” katanya.

Dengan adanya perbedaan versi tersebut, polemik kini berpotensi berlanjut ke MKD apabila dalam tenggat waktu yang diberikan KWP tidak tercapai penyelesaian atau klarifikasi yang dianggap memadai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *