Seni dan Budaya

Dari Lagu Dolanan ke Panggung Dunia, Miben Voice Bawa Nama Malang ke Turki

21
×

Dari Lagu Dolanan ke Panggung Dunia, Miben Voice Bawa Nama Malang ke Turki

Share this article
Dari Lagu Dolanan ke Panggung Dunia, Miben Voice Bawa Nama Malang ke Turki
Grup vokal anak Miben Voice berfoto bersama Ketua dan anggota Komisi D DPRD Kota Malang usai audiensi di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (11/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Langkah anak-anak Kota Malang menuju panggung internasional semakin mantap. Grup vokal anak Miben Voice dipastikan akan mewakili Indonesia dalam festival budaya internasional di Turki pada September 2026 mendatang.

Di tengah persiapan tersebut, dukungan mulai mengalir, termasuk dari Komisi D DPRD Kota Malang yang siap mengawal kebutuhan sarana penunjang penampilan mereka.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Miben Voice dan Komisi D DPRD Kota Malang, Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu membahas agenda keberangkatan, program pembinaan seni anak, hingga kebutuhan peralatan yang dinilai krusial untuk mendukung penampilan mereka di panggung dunia.

Pembina sekaligus pelatih Miben Voice, Yugo Otas, menegaskan bahwa kelompok yang dibinanya bukan sekadar grup vokal anak. Lebih dari itu, Miben Voice menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda melalui seni, budaya, dan kreativitas yang berpijak pada kearifan lokal.

“Anak-anak di sini tidak hanya belajar bernyanyi. Mereka belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, keberanian tampil di depan publik, hingga mencintai budaya bangsa sendiri,” ujar Yugo.

Menurutnya, keikutsertaan dalam festival budaya internasional di Turki menjadi momentum besar bagi anak-anak tersebut. Miben Voice menjadi salah satu delegasi yang dipercaya membawa warna budaya Indonesia melalui konsep pertunjukan yang berbeda dari kelompok vokal pada umumnya.

Pada festival yang berlangsung 18–23 September 2026 itu, sekitar 10 anak akan tampil membawakan lagu-lagu dolanan tradisional yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai budaya aslinya.

“Kami membawa identitas Indonesia. Lagu-lagu dolanan seperti Cublak-Cublak Suweng kami kemas dengan koreografi, permainan musik tradisional, hingga alat musik kreatif dari barang bekas. Ini yang membuat penampilan kami berbeda,” jelasnya.

Sebelum berangkat ke Turki, Miben Voice juga dijadwalkan tampil dalam sejumlah agenda nasional, termasuk festival seni di Bandung pada Juli dan ajang vokal anak di Ambon pada Oktober mendatang.

Di balik sederet prestasi dan undangan bergengsi tersebut, Yugo mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pengadaan perangkat clip-on microphone untuk menunjang penampilan anak-anak yang aktif bergerak di atas panggung.

“Karakter pertunjukan kami mengharuskan anak-anak bergerak, menari, dan berpindah posisi. Karena itu clip-on microphone menjadi kebutuhan penting agar kualitas vokal tetap maksimal saat tampil,” katanya.

Selain dukungan fasilitas, Yugo juga berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap pengembangan lagu anak. Menurutnya, ruang bagi karya dan kompetisi lagu anak saat ini masih sangat terbatas.

“Kami ingin lagu anak kembali mendapat tempat. Jangan sampai anak-anak lebih sering menyanyikan lagu dewasa dalam lomba-lomba. Mereka berhak memiliki ruang berekspresi sesuai dunia mereka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Hardianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Miben Voice yang dinilai berhasil menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus mengharumkan nama Kota Malang di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Menurut Eko, kehadiran Miben Voice menjadi bukti bahwa pembinaan seni budaya sejak usia dini mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.

“Mereka membawa nama baik Kota Malang dan Indonesia. Ini tentu menjadi kebanggaan bersama yang harus mendapat dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Politisi yang membidangi pendidikan dan kebudayaan tersebut menegaskan pihaknya siap mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan, termasuk kebutuhan sarana pendukung yang dibutuhkan kelompok tersebut.

“Kami akan berupaya memfasilitasi sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku. Komunikasi dengan dinas terkait juga akan kami dorong agar kebutuhan mereka bisa mendapat perhatian,” katanya.

Ia menilai penguatan ekosistem seni anak menjadi investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas seni, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar talenta-talenta muda Kota Malang memiliki ruang berkembang yang lebih luas.

Diketahui, Miben Voice merupakan grup vokal anak asal Kota Malang yang mengusung filosofi “miber dewean” atau bergerak dan berkarya secara mandiri. Dengan semangat tersebut, mereka terus menorehkan prestasi dan kini bersiap membawa budaya Indonesia ke panggung dunia melalui festival budaya internasional di Turki.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *