Daerah

Jadi Motor Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Kelola Ladang Jagung

24
×

Jadi Motor Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Kelola Ladang Jagung

Share this article
Jadi Motor Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Kelola Ladang Jagung
Bhabinkamtibmas Kelurahan Buring, Aiptu Suwandi, turun langsung mendampingi petani merawat tanaman jagung yang ditargetkan menghasilkan panen 3,5 ton.(foto:sudutkota.id/humas Polresta Malang Kota)

Sudutkota.id – Peran Bhabinkamtibmas tidak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, seorang polisi justru tampil sebagai motor penggerak ketahanan pangan dengan mendampingi petani mengelola lahan jagung produktif demi mendukung program swasembada pangan nasional.

Adalah Aiptu Suwandi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Buring Polsek Kedungkandang Polresta Malang Kota, yang secara konsisten terjun langsung ke lapangan bersama petani untuk memastikan tanaman jagung tumbuh optimal hingga masa panen.

Pada Selasa (2/6/2026), Aiptu Suwandi bersama pemilik lahan, Nurul Qoyymah, melakukan pemupukan tanaman jagung di lahan seluas 3.000 meter persegi yang berada di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang.

Tanaman jagung yang kini memasuki usia sekitar 20 hari setelah tanam tersebut menjadi salah satu proyek percontohan penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Tidak hanya memberikan pendampingan, Aiptu Suwandi juga terlibat langsung sejak awal proses penanaman. Sebanyak 10 kilogram benih jagung varietas unggul Syngenta ditanam pada 14 Mei 2026 dengan harapan mampu menghasilkan produktivitas tinggi saat musim panen tiba.

“Kami bersama petani menargetkan hasil panen mencapai sekitar 3,5 ton jagung pada kuartal kedua tahun 2026. Ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan yang sedang digencarkan pemerintah,” ujar Aiptu Suwandi.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan lahan, tetapi juga membutuhkan pendampingan, semangat gotong royong, serta kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, dirinya aktif mengajak masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan lahan pertanian agar produktivitas terus meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh warga.

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman hingga panen, kelompok tani juga telah menyiapkan sekitar 500 kilogram pupuk yang akan diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kualitas pertumbuhan sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Aiptu Suwandi menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Selain menjaga situasi keamanan tetap kondusif, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu menjadi motivasi bagi warga untuk memanfaatkan lahan produktif yang ada.

“Kami ingin menjadi mitra petani. Mulai dari proses penanaman, perawatan hingga menjelang panen, kami berupaya hadir dan membantu. Harapannya, hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama keterbatasan tenaga kerja dalam proses penanaman maupun perawatan tanaman. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para petani dan masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi keluarga.

Sementara itu, Nurul Qoyymah mengaku sangat terbantu dengan kehadiran dan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan semangat baru bagi petani untuk terus mengelola lahan secara maksimal.

“Kehadiran Pak Suwandi memberikan motivasi bagi kami. Tidak hanya memberikan pendampingan, beliau juga ikut bekerja bersama petani di lapangan,” ungkapnya.

Apabila target panen tercapai, hasil jagung akan langsung dipasarkan kepada tengkulak lokal, sementara sebagian lainnya akan menjalani proses pengeringan sebelum disalurkan ke industri pengolahan atau pabrik.

Skema pemasaran tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil panen sekaligus menjaga ketersediaan pasokan jagung di wilayah Malang Raya.

Langkah yang dilakukan Aiptu Suwandi menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, petani, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Dari lahan seluas 3.000 meter persegi di Kelurahan Buring, semangat kolaborasi itu tumbuh menjadi kekuatan baru dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *