Daerah

Kota Malang Sabet Penghargaan Halal, Wali Kota Wahyu Tancap Gas Perkuat UMKM

8
×

Kota Malang Sabet Penghargaan Halal, Wali Kota Wahyu Tancap Gas Perkuat UMKM

Share this article
Kota Malang Sabet Penghargaan Halal, Wali Kota Wahyu Tancap Gas Perkuat UMKM
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan UB Halal Metric Award 2026 di Universitas Brawijaya.(foto:humas)

Sudutkota.id – Komitmen Pemerintah Kota Malang dalam membangun ekosistem halal tak sekadar slogan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langkah konkret itu berbuah manis.

Kota Malang kembali mencuri perhatian dengan memborong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, dalam seremoni yang digelar di Auditorium Algoritma, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Selasa (5/5/2026).

Dua kategori yang berhasil diraih Kota Malang yakni Commitment to the Development Halal Ecosystem & Perspective 2026 serta Commitment to the Development of the Halal Innovation, Collaboration & Public Empowerment 2026 untuk kategori pemerintah kota. Raihan ini menegaskan posisi Kota Malang sebagai salah satu daerah yang serius menggarap potensi industri halal secara terstruktur.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi bukti bahwa upaya kita selama ini diakui. Sebelumnya kami juga meraih penghargaan halal dari Kementerian Perindustrian sebagai terbaik pertama, dan hari ini kembali mendapat dua apresiasi dari UB,” tegas Wahyu.

Menurutnya, capaian ini tidak lahir dari kerja satu pihak. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, mulai dari pelaku UMKM, akademisi, komunitas, perbankan, hingga media yang terus mengawal penguatan ekosistem halal di Kota Pendidikan ini.

Pemkot Malang sendiri tak berhenti pada seremoni. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, berbagai langkah strategis terus digencarkan. Mulai dari sosialisasi massif, pendampingan teknis, hingga fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pedagang kaki lima.

“Kami dorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas. Sertifikasi halal kami fasilitasi tanpa biaya, supaya produk mereka punya jaminan dan daya saing,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wahyu memastikan penguatan ekosistem halal akan menjadi agenda prioritas ke depan. Fokus utamanya adalah memperkuat sektor makanan berbasis UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional.

Ajang UB Halal Metric sendiri menilai komitmen peserta berdasarkan lima aspek utama, yakni kebijakan, inovasi, edukasi, penguatan ekosistem halal, serta dukungan infrastruktur. Tiga kategori yang dinilai meliputi sektor industri, pemerintahan, dan perguruan tinggi.

Dengan capaian ini, Kota Malang tak hanya mengoleksi prestasi, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai salah satu motor penggerak industri halal di daerah. Sebuah langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan produk halal di pasar nasional hingga global.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *