Sudutkota.id – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang benar-benar dimanfaatkan sebagai momentum bersejarah. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi meluncurkan Monumen Tugu Media Art UNESCO yang menjadi simbol pengakuan dunia terhadap Kota Malang sebagai Kota Kreatif di bidang media art.
Peresmian tugu yang berlokasi di sisi selatan Alun-Alun Merdeka ini menjadi penanda kuat bahwa Malang tidak lagi sekadar kota pendidikan dan wisata, tetapi juga telah menembus panggung global dalam sektor ekonomi kreatif berbasis teknologi dan seni digital.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa peluncuran monumen ini merupakan bagian dari puncak rangkaian HUT ke-112. Ia menyebut, keberadaan tugu tersebut menjadi kebanggaan sekaligus identitas baru bagi Kota Malang di mata dunia.
“Ini adalah momen penting. Di puncak HUT ke-112, kita resmikan tugu sebagai simbol Kota Kreatif Dunia di bidang Media Art. Ini kebanggaan kita bersama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Di balik kemegahan simbol tersebut, proses pembangunan monumen tidaklah instan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat masih merampungkan detail akhir pembangunan. Proyek ini telah dikerjakan selama kurang lebih satu bulan terakhir dan kini progresnya telah mencapai sekitar 95 persen.
Para pekerja tampak fokus pada tahap finishing, mulai dari pemasangan elemen tulisan “Malang”, perapian struktur, hingga penyempurnaan instalasi pendukung. Bagian atas monumen masih ditutup terpal sebagai pelindung, sementara peralatan kerja dan instalasi kabel terlihat di sekitar lokasi, mengindikasikan adanya elemen pencahayaan dan teknologi visual yang akan memperkuat konsep media art.
Secara fisik, monumen ini berbentuk melingkar bertingkat dengan material dominan batu berwarna gelap. Tingginya diperkirakan mencapai sekitar 2 hingga 3 meter, dengan diameter kisaran 4 hingga 6 meter.
Area pembangunan juga cukup luas dan dirancang menyatu dengan ruang publik di sisi selatan Alun-Alun Merdeka tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Wahyu, monumen tersebut tidak hanya dibangun sebagai ikon visual, tetapi juga telah melalui proses panjang hingga mendapat pengakuan dan persetujuan dari UNESCO. Hal ini semakin memperkuat posisi Malang dalam jaringan kota kreatif dunia.
Ia juga menegaskan bahwa capaian ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara dalam kategori media art, sehingga memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan Malang ke level internasional.
“Ini bukan hal kecil. Kita menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Tugu ini akan menjadi penanda sejarah sekaligus motivasi untuk terus berkembang,” tegasnya.
Saat ini, pembangunan monumen hampir rampung dan tinggal menunggu peresmian pada 1 April 2026. Lokasinya yang berada di kawasan Alun-Alun Merdeka dipilih karena menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus ruang publik yang representatif.
Meski menghadirkan ikon bertaraf global, Pemkot Malang tetap mengusung konsep peringatan yang sederhana. Resepsi HUT digelar terbatas di Gedung Cendrawasih tanpa kemeriahan berlebihan.
“Kami ingin perayaan ini tetap sederhana, tidak hura-hura. Yang terpenting adalah makna dan capaian yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Wahyu.





















