Sudutkota.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi guna mempertahankan kondisi nol kasus PMK di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban.
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang memperluas cakupan vaksinasi di sejumlah wilayah dengan populasi sapi yang tinggi. Upaya tersebut diperkuat setelah Kabupaten Jombang kembali menerima tambahan vaksin PMK tahap kedua dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 25 ribu dosis.
Dengan tambahan tersebut, total vaksin PMK yang diterima Kabupaten Jombang sepanjang tahun 2026 mencapai 43 ribu dosis. Vaksinasi dilakukan secara bertahap oleh petugas lapangan untuk memperluas perlindungan terhadap ternak rentan terpapar virus PMK.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, M. Saleh, mengatakan vaksinasi PMK tahap kedua saat ini masih terus berlangsung dan difokuskan untuk mempercepat cakupan vaksinasi menjelang Iduladha 2026.
“Pelaksanaan vaksinasi masih berlangsung hingga saat ini. Sampai akhir April, vaksinasi tahap kedua sudah mencapai lebih dari 12 ribu dosis, dan pada Mei kami menargetkan lebih dari 8.000 dosis lagi dapat segera diselesaikan,” ujar Saleh, Selasa (12/5/2026).
Menurut Saleh, vaksinasi dilakukan oleh 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang.
“Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari sebelum Idul Adha guna memastikan kesehatan ternak tetap terjaga,” tuturnya.
Ia menjelaskan, percepatan vaksinasi PMK dilakukan bukan hanya untuk mempertahankan status nol kasus PMK di Jombang, tetapi juga mengantisipasi tingginya mobilitas ternak menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Jombang termasuk daerah pemasok hewan kurban di Jawa Timur. Karena itu kami ingin memastikan ternak yang diperdagangkan dalam kondisi sehat dan telah memperoleh vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyebaran PMK,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sejak awal April 2026 tidak ditemukan kasus aktif maupun penambahan kasus baru PMK di wilayah tersebut. Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil pengawasan kesehatan hewan dan program vaksinasi yang dilakukan secara berkala.
Hingga 30 April 2026, realisasi vaksinasi PMK yang tercatat melalui sistem ISIKHNAS mencapai 30.337 dosis atau sekitar 70,55 persen dari total vaksin yang diterima sepanjang tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri atas vaksin tahap pertama sebanyak 18.246 dosis dan tahap kedua sebanyak 12.091 dosis.
Selain mempercepat vaksinasi, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang juga mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kandang penampungan dan lapak penjualan yang tersebar di 21 kecamatan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi syarat kesehatan dan layak dikurbankan saat Iduladha.
“Pengawasan kesehatan hewan akan terus diperketat menjelang Iduladha, mulai dari lokasi penjualan hingga proses penyembelihan. Kami ingin memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan aman,” ucap Saleh.
Pemerintah Kabupaten Jombang berharap percepatan vaksinasi PMK dan pengawasan kesehatan ternak dapat mempertahankan kondisi nol kasus PMK sekaligus menjaga stabilitas distribusi hewan kurban selama momentum Iduladha 2026.




















