Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang terus mematangkan langkah menuju penghargaan Adipura 2026 melalui penguatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri kegiatan bertajuk “Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia Asri” yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dalam rangkaian Hari Jadi ke-112 Kota Malang, Senin (11/5/2026).
Di hadapan jajaran OPD, camat, lurah, pelaku usaha, perbankan, komunitas lingkungan hingga tokoh masyarakat, Wahyu menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Kota Malang bukan sekadar seremoni tahunan atau bertambahnya usia kota.
Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen membangun Kota Malang yang lebih bersih, sehat, nyaman dan berkelanjutan.
“Hari Jadi Kota Malang bukan sekadar bertambah usia, tetapi menjadi ruang refleksi bagi kita semua untuk melihat perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperkuat arah langkah ke depan,” ujar Wahyu Hidayat dalam sambutannya.
Mengusung semangat “Ngalam Mbois Berkelas, Bergerak Tuntas”, Wahyu menyebut masih banyak persoalan perkotaan yang harus segera diselesaikan secara serius dan bersama-sama. Salah satu yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Malang adalah persoalan pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan besar di perkotaan.
Menurutnya, konsep “Bergerak Tuntas” bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota hingga ke akar masalah.
“Banyak persoalan perkotaan yang belum selesai dan harus kita tuntaskan bersama. Salah satunya persoalan lingkungan hidup, terutama pengelolaan sampah. Ini tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri, tetapi harus ada keterlibatan masyarakat,” tegasnya.
Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini telah mendukung upaya menjaga lingkungan di Kota Malang, mulai dari pelaku usaha, perbankan, komunitas pemerhati lingkungan, hingga masyarakat yang aktif berkontribusi dalam program kebersihan kota.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penanganan persoalan lingkungan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu Pemerintah Kota Malang. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Kota Malang menuju kota yang lebih bersih dan layak meraih Adipura,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyinggung sejumlah catatan yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemkot Malang untuk meraih kembali penghargaan Adipura pada 2026. Salah satu poin penting adalah membangun budaya sadar lingkungan melalui pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Ia menegaskan, perubahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan rumah tangga, melalui kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“Kesadaran masyarakat harus kita bangun mulai dari rumah tangga. Sampah organik dan anorganik harus dipilah sejak awal. Ini langkah sederhana, tetapi dampaknya sangat besar untuk kebersihan kota,” jelasnya.
Wahyu menilai, edukasi kepada masyarakat tidak cukup hanya melalui sosialisasi atau imbauan semata. Pemerintah harus menghadirkan program nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat agar kesadaran tumbuh secara alami, bukan karena paksaan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aturan atau sanksi. Yang paling penting adalah bagaimana kesadaran itu lahir dari masyarakat sendiri. Kalau masyarakat sadar, persoalan sampah akan jauh lebih mudah diselesaikan,” imbuhnya.
Melalui program Malang Mbois Berkelas, Pemkot Malang juga akan memperkuat dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tingkat bawah. Kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW didorong aktif menyediakan fasilitas seperti tong sampah, gerobak sampah, serta edukasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Menurut Wahyu, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari level paling bawah karena RT dan RW menjadi ujung tombak keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya berharap camat, lurah, RT, RW dan seluruh OPD bergerak bersama. Persoalan lingkungan harus kita tuntaskan mulai dari bawah. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Kota Malang bisa kembali meraih Adipura pada 2026,” pungkasnya.




















