Daerah

Karanglo Jadi Simpul Macet, 82 Ribu Kendaraan Masuk Tiap Hari ke Malang

4
×

Karanglo Jadi Simpul Macet, 82 Ribu Kendaraan Masuk Tiap Hari ke Malang

Share this article
Karanglo Jadi Simpul Macet, 82 Ribu Kendaraan Masuk Tiap Hari ke Malang
Pos pengamanan dan pelayanan di kawasan Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, menjadi pusat pemantauan arus mudik Lebaran. Personel gabungan TNI-Polri, Dishub, dan instansi terkait disiagakan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di salah satu titik paling krusial di Malang Raya.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Malang Raya mulai menunjukkan lonjakan tajam. Volume kendaraan yang keluar-masuk tak hanya meningkat, tapi mulai menekan sejumlah titik vital yang selama ini dikenal sebagai langganan macet.

Kanit Turjawali Polres Malang, Andi Agung, membeberkan data terbaru pergerakan kendaraan sejak, Jumat (13/3/2026) hingga Senin (16/3/2026). Angkanya cukup mencolok dan menjadi sinyal kuat bahwa puncak mudik tinggal menunggu waktu.

“Untuk kendaraan yang keluar Malang menuju arah Surabaya berkisar antara 18 ribu hingga 22 ribu kendaraan per hari. Sementara kendaraan yang masuk ke Malang hampir menyentuh angka 82 ribu kendaraan,” ungkapnya.

Ketimpangan angka tersebut menunjukkan Malang masih menjadi magnet utama pemudik, baik dari arah Surabaya maupun Jakarta. Kondisi ini sekaligus memperbesar potensi kepadatan di jalur-jalur utama, terutama menjelang puncak arus mudik.

Polisi memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu (18/3/2026), dengan estimasi sekitar 25 ribu kendaraan per hari akan masuk ke wilayah Malang. Jika tidak diantisipasi secara maksimal, lonjakan ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Sejumlah titik krusial pun sudah masuk radar pengawasan ketat. Di antaranya Simpang Empat Karanglo dan Exit Tol Singosari yang menjadi simpul pertemuan kendaraan dari berbagai arah.

Kawasan Karanglo dikenal sebagai “urat nadi” lalu lintas Malang Raya. Di titik ini, arus kendaraan dari Surabaya bertemu dengan jalur menuju Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu. Tak jarang, kepadatan di Karanglo bisa meluas hingga beberapa kilometer, terutama saat volume kendaraan melonjak drastis.

Sementara itu, Exit Tol Singosari menjadi pintu masuk utama kendaraan dari jalur tol. Lonjakan kendaraan dari arah Jakarta dan Surabaya yang keluar di titik ini dipastikan akan menambah beban lalu lintas di jalur arteri.

Untuk menghindari skenario macet total, kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Tim urai kemacetan disiagakan penuh selama 24 jam, terdiri dari personel Satlantas Polres Malang yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan.

Tim ini akan bergerak cepat di lapangan untuk mengurai kepadatan, melakukan pengaturan lalu lintas, hingga rekayasa jalur jika diperlukan.

Tak hanya itu, pengamanan juga diperkuat di sejumlah titik alternatif dan jalur rawan lainnya, seperti Exit Tol Lawang dan kawasan Pakis. Kedua wilayah ini kerap menjadi jalur pelarian saat Karanglo mengalami kepadatan tinggi.

Langkah lain yang disiapkan adalah pendirian pos pelayanan (posyan) dan pos pengamanan (pospam) di berbagai titik strategis di Malang Raya. Pos-pos ini difungsikan sebagai pusat pengawasan sekaligus tempat istirahat bagi pemudik.

Petugas juga disiagakan untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan, mulai dari kelelahan hingga gangguan kendaraan.

Di tengah lonjakan arus mudik ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan. Menghindari jam-jam puncak, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi arahan petugas menjadi kunci agar perjalanan tetap aman dan lancar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *